Warna-warni Batik Tasikmalaya

Kompas.com - 18/07/2011, 09:35 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com — Tasikmalaya memiliki batik khasnya sendiri. Sayangnya, batik Tasikmalaya kalah pamor dibanding batik asal Pekalongan dan Solo. Padahal, keelokan batik Tasikmalaya tak bisa dianggap sebelah mata.

Lihat saja sekilas dan Anda pasti jatuh hati. Bagaimana tidak, warna-warna mencolok seperti merah, biru, dan hijau merupakan warna khas dari batik Tasikmalaya. Menurut Deden, perajin batik Tasikmalaya, ketiga warna cerah tersebut sejak lama menjadi ciri khas batik Tasikmalaya. Deden merupakan salah satu perajin di sentra batik Tasikmalaya yang terletak di Jalan Cigeureung, Kecamatan Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Kita juga produksi warna juga sesuai permintaan pasar. Tapi kalau merah, biru, dan hijau ini ciri khas dari dulu, jadi selalu ada. Sekarang trennya itu warna ungu," ujarnya.

Deden adalah pemain lama di industri batik Tasikmalaya. Ia terkenal sebagai produsen terbesar di Cigeureung. Deden merupakan generasi kedua dari keluarga perajin batik Tasikmalaya.

"Ini sejak tahun 1950-an. Awalnya usaha bapak saya, Haji Asep. Masih rumahan lalu punya satu pabrik. Sekarang kita ada dua pabrik," tuturnya.

Beberapa ornamen klasik khas batik Tasikmalaya adalah lereng suling, sekar jagat, dan serat kayu. Ada pula ornamen-ornamen lainnya. Sebut saja ornamen bilik yang berbentuk seperti garis-garis berjejer dalam posisi horizontal berselingan dengan posisi vertikal.

Deden memproduksi batik dengan dua cara, yaitu batik tulis dan batik cap. Ia menceritakan perlu waktu dua minggu untuk menghasilkan batik tulis. Sementara batik cap hanya perlu sekitar dua hari. Oleh karena itu, batik tulis tentu saja lebih mahal harganya.

Deden biasa mengikuti pameran di Jakarta sehingga para pelanggannya pun tersebar di berbagai daerah. Jika Anda warga Jakarta, tenang saja ketika Anda mampir ke galeri Deden di Tasikmalaya, tetapi merasa tak menemukan apa yang Anda cari. Anda bisa memesan untuk model baju dengan kain tertentu yang Anda inginkan. Lalu ambillah pesanan saat Deden ikut serta pameran di Jakarta.

Memang, sering kali pelanggan menginginkan suatu model, tetapi tak merasa cocok dengan warnanya. Ada pula pelanggan yang naksir dengan suatu kain, tetapi tak tersedia dalam suatu bentuk baju jadi. Jangan lupa untuk mampir ke pabrik Deden. Mintalah pegawai di galeri untuk mengantarkan Anda ke pabrik sehingga Anda bisa melihat proses pembuatannya. Selain itu, Anda juga bisa minta diajarkan pembuatan batik.

"Gratis, kami tidak pungut bayaran untuk yang ingin coba belajar singkat. Kami sediakan kain seukuran sapu tangan untuk belajar membatik. Banyak rombongan yang datang kemari untuk berwisata batik. Ada juga yang individu," katanya.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

    Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

    Makan Makan
    7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

    7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

    Jalan Jalan
    Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

    Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

    Whats Hot
    [POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

    [POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

    Whats Hot
    Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

    Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

    Jalan Jalan
    Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

    Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

    Whats Hot
    ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

    ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

    Whats Hot
    Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

    Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

    Makan Makan
    Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

    Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

    Whats Hot
    Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

    Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

    Whats Hot
    Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

    Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

    Makan Makan
    3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

    3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

    Makan Makan
    Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

    Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

    Makan Makan
    3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

    3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

    Makan Makan
    Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

    Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

    Whats Hot
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X