Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ke Lembah Baliem, Mahal Banget!

Kompas.com - 08/08/2011, 12:18 WIB
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahal menjadi alasan bagi wisatawan domestik untuk berwisata ke Papua. Hal serupa selalu terjadi di setiap pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem yang berlangsung di Desa Mosilimo, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

"Mahal bukan hanya akses pesawat dan transportasi. Tapi makanan pun mahal. Harga serba mahal seperti capcay itu harganya Rp 100 ribu. Air mineral botol kecil saja 10 ribu. Apakah ada wisnus (wisatawan nusantara) yang mau membayar segitu," kata Kasubdit Promosi Tujuan Wisata Wilayah Lima Kemenbudpar, Diah Widiati, di Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenbudpar, M. Faried mengatakan sebagai negara kepulauan, angkutan udara memainkan peran dalam mendistribusikan dan mengarahkan wisatawan ke berbagai destinasi.

"Lembah Baliem bisa masuk dari Jayapura. Dibanding di tahun 2010 ada peningkatan jalur dan kapasitasnya," katanya.

Sementara, Diah menambahkan secara umum kondisi Lembah Baliem dari sisi akses belum memadai. "Kalau ke Jayapura sudah lumayan, menuju Lembah Baliem lebih relatif disebut sebagai off the beaten track (terpencil atau susah dijangkau)," kata Faried.

Selain akses, kendala lain adalah minimnya akomodasi di Lembah Baliem. Akses, akomodasi, dan makanan yang mahal membuat paket wisata yang dijual pun mahal.

Sebagai gambaran, Diah mengatakan beberapa biro perjalanan wisata menjual paket wisata seharga 6.500 dollar AS untuk 10 hari. Dengan harga sebesar itu seringkali akomodasi yang ditawarkan minim. Walau akomodasi yang diberikan berupa berkemah di tengah hutan, menurut Diah para wisatawan asing tetap mau.

"Pariwisata mata rantai tak hanya akses, tapi juga akomodasi. Ini yang dirasakan saat Kemenbudpar memesan akomodasi. Penuh!" kata Faried. Penginapan-penginapan di Lembah Baliem hanya mampu menyediakan sekitar 200 kamar.

"Yang muncul sekarang untuk solusi minimnya akomodasi adalah homestay dengan suasana khas Lembah Baliem. Ini di-create pelaku pariwisata di sana, yaitu menggunakan honai. Ada juga kemah di hutan," katanya.

Jadi berapa besar biaya yang kira-kira harus dikeluarkan wisatawan domestik yang ingin menikmati Lembah Baliem? Menurut Diah, untuk wisatawan dari Jakarta perlu biaya sekitar Rp 14 juta untuk lima hari. Biaya ini sudah termasuk transportasi dan akomodasi. "Tapi sebenarnya bisa lebih kurang lagi," kata Diah.

Pesawat pulang pergi Jakarta-Jayapura sekitar Rp 3 juta sampai Rp 6 juta tergantung waktu terbang dan maskapainya. Sedangkan pesawat sekali jalan dari Jayapura ke Wamena sekitar Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu. Sewa mobil dari Bandara Wamena ke Lembah Baliem sekitar Rp 1 juta. Akomodasi mulai dari harga Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta per malam. Sementara itu, Diah menyarankan lamanya berwisata yang terbaik adalah minimal 5 hari. Nah, silahkan Anda berhitung sendiri berapa total biaya yang diperlukan.

"Kami berharap wisnus (wisatawan nusantara) tetap mau datang ke Lembah Baliem. Terutama yang minat khusus dan suka petualangan. Karena memang tempatnya benar-benar indah," kata Diah.

Festival Lembah Baliem 2011 akan berlangsung pada tanggal 8 hingga 11 Agustus 2011. Ada beragam aktivitas adat yang bisa disaksikan wisatawan seperti perang-perangan, atraksi melempar tombak dan panah, menikmati kuliner khas setempat, dan kegiatan wisata lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Visa Transit Arab Saudi Berlaku 4 Hari, Bisa Umrah dan Ziarah

Visa Transit Arab Saudi Berlaku 4 Hari, Bisa Umrah dan Ziarah

Travel Update
3 Tips Berburu Promo di Japan Travel Fair 2023

3 Tips Berburu Promo di Japan Travel Fair 2023

Travel Tips
Cara Mendapat Cashback hingga Rp 4,5 Juta di Japan Travel Fair 2023

Cara Mendapat Cashback hingga Rp 4,5 Juta di Japan Travel Fair 2023

Travel Promo
Sandiaga Ajak Delegasi ATF 2023 ke Desa Nglanggeran dan Beli Produk UMKM

Sandiaga Ajak Delegasi ATF 2023 ke Desa Nglanggeran dan Beli Produk UMKM

Travel Update
5 Tempat Wisata Dekat Situ Cipondoh, Ada Taman Gratis dan Museum

5 Tempat Wisata Dekat Situ Cipondoh, Ada Taman Gratis dan Museum

Jalan Jalan
Lokasi Kampung Ketandan, Tempat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023

Lokasi Kampung Ketandan, Tempat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023

Travel Tips
5,48 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 251 Persen

5,48 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 251 Persen

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kebun Raya Indrokilo Boyolali: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Jalan Jalan
565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

Travel Update
Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Travel Promo
Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Travel Update
Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Travel Promo
Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Wisata Kota Batu, Nikmati Sensasi Petik Stroberi Langsung dari Kebun

Jalan Jalan
Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Pembangunan di Pulau Rinca, TN Komodo, Sudah Lalui Kajian Dampak Lingkungan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+