Tur Lava Merapi Aman untuk Wisatawan

Kompas.com - 29/08/2011, 22:44 WIB
EditorBenny N Joewono

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta menegaskan bahwa saat ini status Gunung Merapi masih Waspada, tetapi kawasan tur lava di lereng gunung aman untuk dikunjungi wisatawan pada libur Lebaran 2011.

"Sampai hari ini status Gunung Merapi masih Waspada atau pada level dua. Namun, kawasan lereng Gunung Merapi, khususnya yang terdampak erupsi 2010, relatif aman untuk dikunjungi wisatawan," kata Kepala Seksi Gunung Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Sri Sumarti, Senin (29/8/2011).

Menurut dia, pengelola wisata tur lava Merapi, yang juga menyediakan fasilitas menjelajahi lokasi yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi dengan menggunakan mobil jip offroad ataupun motor trail, tetap boleh melayani pengunjung.

"Yang tidak boleh dan masih sangat berbahaya adalah di kawasan puncak Merapi. Jika hanya di Dusun Kinahrejo atau di bekas rumah Mbah Maridjan dan kawasan lain seperti Kaliadem, masih boleh. Meski demikian, pengelola lava tour tetap harus waspada dan hati-hati," ucapnya.

Ia mengatakan, diharapkan pula pengelola tur lava Merapi selalu memantau setiap perkembangan, terutama saat kunjungan wisatawan sangat banyak.

"Kami akan selalu siap menginformasikan kondisi terkini aktivitas Gunung Merapi untuk keamanan dan kenyamanan bersama," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Irwan Ramaini mengatakan bahwa pihaknya mendirikan satu pos keamanan di Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, untuk mengantisipasi membanjirnya wisatawan ke kawasan tur lava Merapi pada libur Lebaran tahun ini.

"Kami perkirakan kawasan lava tour Merapi masih menjadi daya tarik wisatawan luar daerah yang ingin melihat langsung kawasan yang terkena dampak erupsi Merapi 2010, sehingga pada liburan Lebaran ini kami sengaja menyiapkan satu posko keamanan di Desa Umbulharjo," katanya.

Menurut dia, di posko keamanan ini disiagakan sejumlah personel untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas di jalan akses menuju kawasan tur lava dan kemungkinan munculnya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Seperti pada awal-awal kawasan lava tour ini dibuka, hampir setiap akses menuju kawasan tersebut terjadi kemacetan dan penumpukan kendaraan wisatawan sehingga kami antisipasi dengan menempatkan personel satuan lalu lintas guna mengantisipasi terjadinya kemacetan saat libur Lebaran ini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Panduan Wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi, Masuk Cuma Rp 5.000

Panduan Wisata ke Bangsring Underwater Banyuwangi, Masuk Cuma Rp 5.000

Jalan Jalan
Scoot Sediakan Rute ke Jeju Korea Selatan, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Scoot Sediakan Rute ke Jeju Korea Selatan, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

Travel Update
Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Tempat Foto Pre-wedding Maudy Ayunda, Ini Pesona Bukit Wairinding di Sumba

Jalan Jalan
Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Mesut Özil ke Indonesia, Sandiaga Harapkan Ini untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Sandiaga: Viralnya Rowo Bayu Bisa Bantu Kembangkan Wisata Banyuwangi

Travel Update
Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Rute ke Air Terjun Kapas Biru dari Malang, Bisa Naik Bus Umum

Travel Tips
Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Jabodetabek PPKM Level 1, Kapasitas Mal hingga Bioskop 100 Persen

Travel Update
8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

8 Tempat Trekking di Sentul Bogor, Bisa Buat Anak dan Keluarga

Jalan Jalan
Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Fasilitas Bangsring Underwater Banyuwangi, Bisa Renang dengan Hiu 

Jalan Jalan
Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Jembatan Gantung Terpanjang Dunia, Capai 721 Meter di Republik Ceko 

Travel Update
5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

5 Negara Sumbang Kunjungan Turis Asing Terbanyak di Bali

Travel Update
Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Wisata Cuntel: Mau Glamping, Agrowisata, atau Sekadar Cuci Mata di Lereng Merbabu, Bisa!

Jalan Jalan
6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

6 Persiapan Trekking buat Pemula, Jangan Langsung Berangkat

Travel Tips
Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Lokasi Syuting KKN di Desa Penari: Wisata Batu Kapal di Bantul, Yogyakarta

Jalan Jalan
Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Serunya Naik Bus Tingkat Wisata Jakarta Gratis, Lihat Panorama Kota dari Atas

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.