Turis Rusia Kantong Kempis Bisa Bikin Masalah

Kompas.com - 24/09/2011, 09:21 WIB
EditorA. Wisnubrata

Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, Hamid Awaludin mengatakan penandatanganan Air Service Agreement beberapa waktu lalu sebenarnya merupakan pembuka jalan bagi kerjasama penerbangan langsung  reguler Indonesia-Rusia, baik untuk penumpang maupun kargo.  

Ia yakin hal ini dapat meningkatkan arus wisatawan dari dan ke dua negara, serta akan dapat mendorong peningkatan kerjasama ekonomi, perdagangan, dan investasi.  

Di tengah munculnya beberapa masalah kecil itu, semangat pelaku bisnis industri pariwisata Indonesia untuk menarik wisatawan Rusia ke Indonesia tetap tinggi. Koordinator Pameran dari KBRI Moskwa Suprianda Ruru menuturkan sebanyak 18 perusahaan industri pariwisata Indonesia ambil bagian dalam pameran “Otdykh Leisure 2011”.  

Pameran tersebut berlangsung pada tanggal 20-24 September 2011 di Crocus Expo, Moskwa. Pameran itu juga didukung penuh oleh Kemenbudpar RI dan KBRI Moskwa.  

Catatan statistik Kemenbudpar menunjukan peningkatan wisatawan Rusia ke Indonesia lumayan besar. Pada tahun 2010 sebanyak 79.100 wisatawan Rusia ke Indonesia atau meningkat 15% dari tahun sebelumnya.  

Pada periode Januari-Juni 2011 wisatawan Rusia ke Indonesia tercatat 46.181. Sementara itu, target 90.000 orang sampai akhir tahun 2011 diharapkan dapat tercapai.  

Sebenarnya, jumlah tersebut tentunya belum berarti apa-apa jika melirik gairah warga Rusia untuk berwisata ke luar negeri. Berdasarkan Dinas Statistik Rusia, wisatawan Rusia yang berkunjung ke luar negeri periode Januari-Juni 2011 lebih dari 6,1 juta orang.  

Negara-negara yang menjadi pilihan wisatawan Rusia, seperti Turki dikunjungi lebih dari 1,13 juta orang, China hampir 632 ribu orang, Mesir hampir 489 ribu orang, dan Thailand lebih dari 421 ribu orang. Tahun 2010 orang Rusia yang bepergian ke luar negeri sebanyak 12,6 juta orang dan menghabiskan 26,5 milyar dolar.  

“Sekali lagi, penerbangan langsung reguler menjadi ujung tombak bagi peningkatan arus wisatawan Rusia dalam arti yang positif. Saya harap hal ini segera terlaksana,” ujar Makalam. (M. Aji Surya dari KBRI Moskow)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.