Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Liberalisasi Jasa Pariwisata ASEAN Menjadi Tantangan

Kompas.com - 12/01/2012, 03:06 WIB

Manado, Kompas - Liberalisasi jasa pariwisata, yang ditargetkan tercapai tahun 2015, menjadi tantangan serius bagi Indonesia. Liberalisasi tersebut tidak hanya mengatur industri, tetapi juga tenaga kerja bidang pariwisata. Dengan mengantongi sertifikat standardisasi profesi, seorang tenaga kerja bebas keluar masuk di ASEAN.

”Ini tantangan serius sehingga butuh kesiapan matang dan memadai. ASEAN sudah menyepakati mutual recognition arrangement (MRA) atau standar kompetensi sumber daya manusia bidang pariwisata. Kualitas SDM harus dibenahi agar sanggup bersaing di tingkat regional,” kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu di Manado, Rabu (11/1).

Dia mengatakan, liberalisasi jasa pariwisata adalah bagian dari integrasi ekonomi ASEAN, yang sudah termuat dalam cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN. Kesepakatan MRA seharusnya disambut positif. Dengan instrumen itu, tenaga kerja Indonesia punya keleluasaan untuk bekerja di negara-negara ASEAN.

Sebagai tindak lanjut, setiap negara harus membentuk semacam Tourism Profesional Cerfication Board (TPCB), suatu badan yang memberikan akreditasi kepada tenaga profesional di bidang pariwisata. Indonesia sudah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI ) bidang biro perjalanan wisata, hotel, dan restoran.

Dia mengatakan, meski menjadi peluang, kesepakatan itu juga menjadi tantangan jika daya saing SDM tidak dibenahi. Indonesia justru menjadi negara tujuan bagi tenaga kerja negara lain. Akibatnya, tenaga kerja lokal makin tergusur dan angka pengangguran membengkak.

Menurut Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN Kementerian Luar Negeri Rahmat Pramono, meski ada liberalisasi, tiap negara tetap diperbolehkan menentukan rambu-rambu sebagai mekanisme pengamanan. ”Jadi, tidak bebas begitu saja. Mereka dikenai ketentuan, seperti izin kerja dan persyaratan lain sebagai filternya,” ujarnya.

Yang perlu dikhawatirkan adalah desakan liberalisasi pariwisata dari mitra ASEAN, terutama dari India dan China. (ENY)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

6 Tempat Wisata di Cicalengka Dekat Stasiun, Naik Motor 10 Menit

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com