Kompas.com - 30/01/2012, 20:31 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Menikmati secangkir kopi sudah menjadi gaya hidup di kota-kota besar. Namun, perkebunan kopi di Indonesia sendiri bisa menjadi destinasi untuk agrowisata.

"Kita promosikan tidak hanya kopi saja. Tetapi juga Indonesia secara utuh, kita bisa promosikan agrowisata. Contohnya perkebunan kopi di Gunung Ijen," kata Kuntari Sapta Nirwandar, Ketua Penyelenggara Miss Coffee Indonesia, pada jumpa pers ajang Miss Coffee Indonesia di Excelso, Grand Indonesia, Senin (30/1/2012).

Ia menuturkan di Gunung Ijen, tanaman kopi ada yang menghadap ke laut dan ada yang menghadap ke gunung. Keduanya, lanjut Kuntari, memiliki aroma dan rasa yang berbeda.

"Indonesia adalah penghasil kopi terbesar ketiga di dunia. Penghasil kopi di Indonesia menyebar dari Aceh yaitu Gayo, lalu Mandailing. Di Jawa ada Pengalengan dan Bondowoso. Sampai di Bali lalu NTT. Sulawesi di Toraja dan sampai ke Papua di Wamena rasanya sudah beda lagi," jelas Kuntari.

Sedangkan, Pranoto Soenarto dari Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia menyebutkan di Indonesia baru sedikit perkebunan kopi yang dikembangkan menjadi agrowisata.

"Yang dikenal untuk agrowisata ‎?PTP 12 di Jember, PTP 9 Jateng, Sulotco di Toraja, dan di Banyuwangi," ungkapnya.

Walau begitu, tutur Kuntari, kopi Indonesia telah menyebar ke seluruh dunia. Sehingga melalui kopi, Indonesia pun dapat dipromosikan sebagai destinasi pariwisata. Ia menambahkan negara-negara yang masyarakatnya dikenal sebagai penikmat kopi seperti Italia, Perancis, dan Jepang, tidak memiliki batang kopi tetapi merupakan konsumen kopi yang sangat besar.

"Indonesia punya kopi dengan rasa yang berbeda-beda. Dengan cita rasa kopi yang sangat unik. Sementara negara-negara itu, penikmat kopinya butuh raw material. Kita bisa ekspor ke negara mereka," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Kuntari, pihaknya merasa perlu melakukan promosi kopi Indonesia, salah satunya dengan menyelenggarakan ajang Miss Coffee Indonesia 2012 yang nantinya bertugas mempromosikan kopi maupun memberikan penyuluhan tentang kopi.

Sementara itu, Pranoto mengungkapkan Brasil menjadi penghasil kopi terbesar di dunia, sementara Vietnam berada di posisi kedua.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.