Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemandu Wisata Keluhkan Pencopetan di Kintamani

Kompas.com - 22/02/2012, 15:45 WIB
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemandu wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali mengeluhkan maraknya aksi pencopetan di kawasan obyek wisata Kintamani, Kabupaten Bangli. "Dua kali saya mengalami pencopetan beruntun saat mengantar wisatawan berbelanja di deretan PKL Penelokan," kata I Made Suberata, anggota HPI Bali yang bekerja pada Subaru Driver & Tours Service itu, di Denpasar, Rabu (23/2/2012).

Suberata mengungkapkan bahwa pelaku pencopetan dalam beraksi membaur dengan pedagang di lapak-lapak PKL di sekitar simpang tiga Penelokan, Kintamani. Akibat peristiwa itu, Suberata kehilangan dompet berisi uang dan dokumen penting lainnya.

Bahkan, tindak kriminal yang menimpanya itu disampaikan secara langsung kepada Bupati Bangli, I Made Gianyar di sela-sela peluncuran Cakrawal, majalah triwulan terbitan HPI Bali, di Desa Budaya Kertalangu, Kota Denpasar.

Menurut Suberata, peristiwa itu dialaminya saat memberikan penjelasan mengenai obyek wisata dan budaya setempat kepada tamunya.

Tindak kejahatan dengan modus yang sama juga juga dialaminya saat konsentrasinya terpecah. Dompet di dalam saku baju tiba-tiba raib. "Saat itu di sekitar saya banyak orang berbaur dengan pedagang. Feeling saya, ada pedagang di Penelokan yang berkomplot dengan pencopet atau malah pedagang merangkap pencopet," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Bupati Made Gianyar menyatakan bahwa pihaknya sudah menertibkan keberadaan pedagang buah-buahan, makanan, dan suvenir di kawasan Penelokan dan tujuan wisata Kintamani lainnya. "Dengan penertiban itu kami berharap peluang tindak kriminalitas bisa diminimalisasi. Kami perlu minta bantuan aparat kepolisian untuk meningkatkan keamanan di kawasan tujuan wisata utama itu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Subhiksu berharap kawasan wisata di Kintamani yang belakangan suram bisa cepat kembali berjaya seiring adanya penataan, penertiban, dan peningkatan keamanan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+