Parade Ogoh-ogoh Diharapkan Jadi Tontonan Wisatawan

Kompas.com - 20/03/2012, 17:31 WIB
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com - Parade ogoh-ogoh atau boneka raksasa yang digelar Pemerintah Kota Denpasar diharapkan menjadi tontonan menarik bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali. "Parade yang diikuti sebanyak 20 unit tersebut hasil seleksi dari ratusan ogoh-ogoh di empat kecamatan, yang telah ditetapkan dewan juri dan selanjutnya dipertontonkan di bundaran Catur Muka atau di jantung Kota Denpasar," kata Kepala Sub-Bagian Pemberitaan pada Humas dan Protokol Denpasar, Dewa Gede Rai di Denpasar, Selasa (20/3/2012).

Menurut Dewa Rai, parade budaya ini sebagai bentuk apresiasi hasil karya seni bernilai tinggi oleh para sekaa teruna atau kelompok pemuda-pemudi di kota ini. "Kami yakin parade ini akan menjadi tontonan menarik, karena kegiatan hanya digelar sekali dalam setahun," katanya.

Dewa Rai juga mengatakan, terkait dengan kegiatan parade tersebut sejumlah ruas jalan raya dialihkan dalam upaya mengurangi kemacetan berkendaraan. "Sejumlah arus lalu lintas yang menuju bundaran Catur Muka akan dialihkan. Kendaraan yang datang dari arah timur Jalan Patimura akan dialihkan ke Jalan Kepundung atau Kapten Agung, Sedangkan yang datang dari Jalan Udayana akan dialihkan ke Jalan Pulau Beliton," ujarnya.

Sedangkan yang datang dari Jalan Gajah Mada menuju Catur Muka dialihkan ke Jalan Sumatera. "Kami harap warga yang tidak berkepentingan ke kawasan Catur Muka saat itu menghindari jalur-jalur itu, karena akan ada pengalihan arus," katanya.

Parade ogoh-ogoh, menurut Dewa Rai, akan dimulai pukul 16.00 Wita hingga selesai pada Kamis (22/3/2012). Selama digelarnya pawai tersebut kawasan jantung kota tersebut bebas dari kendaraan.

Ia mengharapkan, para peserta parade agar membawa ogoh-ogoh lebih awal ke tempat parade dan ditempatkan sesuai dengan asal kecamatan. Setelah parade berakhir, para peserta diharapkan untuk memprelina atau membakar ogoh-ogohnya masing masing.

"Sesuai imbauan wali kota, agar tidak ada yang menempatkan ogoh-ogoh di pinggir jalan. Semua harus dibakar begitu selesai diarak. Kalau ditemukan ada ogoh-ogoh masih dipinggir jalan, maka akan diangkut dan bakar oleh DKP (Dinas Kebersihan dan Pertanaman Kota Denpasar)," katanya.

Dewa Rai mengatakan, pihak DKP sudah berkoordinasi dengan bendesa atau ketua adat untuk menyisir ruas-ruas jalan, guna memastikan tidak ada ogoh-ogoh yang diletakkan di pinggir jalan. "Semua itu sudah dilakukan koordinasi oleh DKP dan bendesa adat, sehingga semua mengindahkan imbauan wali kota," kata Dewa Rai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.