Kompas.com - 21/03/2012, 08:15 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Selama berpuluh-puluh tahun Ubud, di Kabupaten Gianyar, Bali, telah menerima kedatangan wisatawan mancanegara. Sebagian besar malah menetap lama di Ubud. Ubud pun menjadi kota kecil dengan beragam wajah dan kebangsaan.

Tak terkecuali kuliner yang disajikan. Jangan heran saat mampir ke sebuah restoran yang menyajikan menu Barat dan menu khas Bali secara berdampingan. Pun restoran Italia bersebelahan dengan warung makan Bali. Salah satu kedai yang mulai bermunculan di Ubud adalah kedai Gelato.

Di sepanjang jalan-jalan pusat keramaian Ubud, Anda bisa menemukan kedai-kedai Gelato. Sepintas saat berjalan dan bertemu kedai Gelato, ada perasaan Anda seakan sedang di Italia. Coba saja mampir ke pusat kota Ubud, dekat dengan Puri Agung Saren. Anda bisa menemukan beberapa kedai Gelato di sana.

Gelato sendiri merupakan hidangan manis khas Italia. Teksturnya seperti es krim. Sehingga pas dinikmati sambil duduk-duduk santai ataupun dibawa untuk teman jalan-jalan. Memang, Ubud paling cocok dijelajahi dengan berjalan kaki.

Apalagi jika terik matahari dan lelah berjalan kaki, mampirlah di kedai Gelato di pinggir jalan. Salah satunya adalah kedai Gelato Secret. Mampir ke kedai ini, aneka Gelato beragam rasa dan Sorbet bisa Anda temukan.

Gelato dengan rasa umum seperti stoberi dan cokelat memang biasa. Tetapi berhubung ini negara tropis, Gelato yang muncul pun menjadi unik. Di Gelato Secret, Anda bisa menemukan gelato rasa alpukat, mangga, manggis, bahkan mawar. Di kedai ini, Gelato rasa mangga menjadi favorit.

Anda juga bisa mencoba aneka Sorbet. Sama uniknya dengan Gelato, Anda dapat mencoba Sorbet rasa buah naga atau rapsberry ginger (buah rapsberry campur jahe). Berbeda dengan gelato, sorbet terbuat dari sari buah tanpa tambahan krim maupun susu. Sehingga teksturnya lebih kasar dan rasa asam maupun manis dari buah lebih terasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut pelayan di kedai Gelato Secret, kedai tersebut didirikan oleh Maria dan Carlo Lentini, pasangan suami istri beda kebangsaan. Maria berkebangsaan Indonesia, sementara suaminya orang Perancis.

Harga untuk satu cup gelato dengan satu rasa adalah Rp 20.000. Sedangkan dua rasa dalam satu cup diberi harga Rp 30.000 dan tiga rasa seharga Rp 45.000. Pilihan lain selain wadah cup adalah dengan cone.

Jangan heran saat Anda duduk di sini sambil menghabiskan Gelato, sebelah Anda ternyata turis berkulit putih ataupun turis Jepang. Ya, menikmati Gelato di Ubud serasa berada di dimensi lain yang penuh dengan keberagaman wajah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

    Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

    Travel Update
    Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

    Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

    Travel Update
    Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

    Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

    Travel Update
    Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

    Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

    Travel Update
    Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

    Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

    Travel Update
    Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

    Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

    Travel Update
    Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

    Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

    Travel Update
    Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

    Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

    Travel Update
    Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

    Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

    Travel Update
    9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

    9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

    Travel Update
    Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

    Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

    Travel Update
    Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

    Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

    Travel Update
    MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

    MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

    Travel Update
    Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

    Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

    Travel Update
    Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

    Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

    Travel Update
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.