Kompas.com - 01/04/2012, 13:50 WIB
|
EditorKistyarini

KOMPAS.com – Suara menawarkan dagangan terdengar bersahutan. Kadang dalam Bahasa Indonesia dengan dialek Bali yang kental. Sering pula dalam Bahasa Inggris seadanya. Tergantung siapa calon pembeli yang sedang melewati kios.

Ya, pasar seni di Bali memang memiliki ciri khas tersendiri.  Setiap daerah  di Indonesia mempunyai pasar tradisional dengan keunikan dagangan masing-masing. Sementara di Bali, selain pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari, dikenal pula istilah pasar seni.

Pasar seni menjadi semacam tempat belanja oleh-oleh bagi para wisatawan, baik asing maupun nusantara. Ciri khas yang paling kentara dari pasar seni adalah saat memasuki pasar adalah warna-warni mencolok dari berbagai produk yang dijual.

Ada banyak pasar seni di Bali. Rata-rata menjual barang yang mirip. Harga pun tak jauh berbeda. Pengunjung dapat membeli aneka produk garmen seperti baju bambu, celana pantai, kain pantai, sampai kaus dengan corak khas Bali.

Atau, aneka kudapan khas Bali seperti kacang asin Bali ataupun brem Bali, bisa Anda temukan di pasar seni. Pilihan lain adalah aneka lukisan dan patung. Bisa juga membeli prroduk perawatan tubuh seperti lulur Bali atau aromaterapi.

Sayangnya, sejak toko oleh-oleh semakin menjamur, pasar-pasar seni ini seakan mulai kehilangan pamor. Kehadirannya mulai meredup. Kalah bersaing dengan toko oleh-oleh dengan ruangan ber-AC dan harga tetap, tanpa perlu repot menawar.

“Di Gianyar selatan, ada Pasar Sukawati yang menjadi pusat perdagangan seni. Memang saat ini bersaing ketat dengan toko oleh-oleh yang gencar dibangun di Badung. Tak hanya Pasar Sukawati yang merasakan ini, tapi juga pasar seni lainnya seperti Pasar Kuta dan Kumbasari,” ungkap Bupati Gianyar Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati beberapa waktu yang lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seperti di Pasar Sukawati, ungkap Tjokarda, selain persaingan dengan toko oleh-oleh, pasar tersebut juga menghadapi kendala keterbatasan parkir. Pihaknya sendiri berencana untu merelokasi Pasar Seni Sukowati.
Ia pun berharap agar wisatawan, terutama turis lokal, untuk mempertimbangkan berbelanja di pasar seni, agar eksistensi pasar seni tetap lestari. Sementara itu, beberapa turis menuturkan bahwa terkadang penjual di pasar seni menawarkan dagangan secara memaksa.

“Harga yang ditawarkan juga sering tinggi sekali. Jadi kita mau nawar juga sudah malas. Padahal kita sudah sering ke Bali dan sudah tahulah harganya itu berapa,” kata Ade asal Jakarta.

Sejatinya, berbelanja di pasar seni dan di toko oleh-oleh memang tak bisa dibandingkan. Di pasar seni ada sensasi tersendiri saat harus berinteraksi dengan pedagang, termasuk saat menawar dan memilih barang. Suasana pasar memang menghadirkan aura yang berbeda.

Halaman:
Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

    10 Fakta Menarik Gunung Semeru, Rumah Tertinggi Sepasang Arca Kuno

    Jalan Jalan
    Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

    Erupsi Gunung Semeru Tak Berdampak pada Wisata Bromo

    Travel Update
    Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

    Pendakian Gunung Semeru Bukan Tutup karena Erupsi, Tapi karena PPKM

    Travel Update
    Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

    Pihak TNBTS Tegaskan Tak Ada Pendaki Saat Gunung Semeru Erupsi

    Travel Update
    Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

    Erupsi Gunung Semeru Tak Pengaruhi Bandara Malang

    Travel Update
    Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

    Bandara Banyuwangi Masih Layani Penerbangan, Meski Gunung Semeru Meletus

    Travel Update
    2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

    2,92 Juta Orang Lakukan Penerbangan Domestik pada OKtober 2021

    Travel Update
    Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

    Erupsi Gunung Semeru, Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Tetap Aman

    Travel Update
    Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

    Bandara Juanda di Sidoarjo Tak Terdampak Letusan Gunung Semeru

    Travel Update
    Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

    Jembatan Gladak Perak Lumajang Hancur Kena Erupsi Semeru, Lalu-lintas Dialihkan via Probolinggo

    Travel Update
    6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

    6 Fakta Jembatan Gladak Perak Lumajang yang Hancur Diterjang Erupsi Gunung Semeru

    Jalan Jalan
    4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

    4 Benda di Kamar Hotel yang Boleh Dibawa Pulang, Ada Sabun dan Sampo

    Travel Tips
    Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

    Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

    Travel Update
    5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

    5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

    Jalan Jalan
    Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

    Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

    Jalan Jalan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.