Kompas.com - 13/04/2012, 09:01 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh Defri Werdiono dan Sarie Febriane

Kopi aceh, siapa yang tak kenal kenikmatannya? Namun, di balik popularitasnya itu, persoalan identitas mengendap bersama ampasnya.

Kopi aceh yang kita kenal memang tersohor di kalangan penikmat kopi. Baik Ulee Kareng maupun Aceh Gayo. Setiap berkunjung ke Aceh, tak tenang rasanya jika tak sempat ngopi di kedai dan membawa kopi sebagai buah tangan. Ada ketenteraman tersendiri jika membawa kopi langsung dari Aceh.

Di Jakarta, kopi aceh sebenarnya tak terlalu sulit dicari. Di berbagai kedai kopi lokal yang menjamur beberapa tahun belakangan ini kita bisa menjumpai racikan minuman kopi aceh. Beberapa kedai mendatangkan sendiri biji-biji kopi (green beans) dari Aceh untuk kemudian disangrai. Namun, ada pula yang mendatangkan kopi yang sudah siap konsumsi yang diolah oleh pebisnis lokal di Aceh. Salah satu contohnya adalah Gayo Café di Mal Puri Indah, Jakarta.

Gayo Cafe berlokasi di Lantai 2, dekat bioskop XXI, Mal Puri Indah. Kedai kopi milik Faras Hidayati, yang asal Aceh, ini sebenarnya sudah berdiri sejak 2003. ”Ketika itu semangat kami ingin memperkenalkan kopi aceh, khususnya kopi gayo, bagi penikmat kopi di Jakarta,” ungkap Mansyurifain, Manajer Gayo Café.

Gayo Café menyajikan aneka racikan minuman kopi berbasis kopi arabika dari merek lokal Aceh bernama Bargendaal Koffie. Kopi aceh Bargendaal asal dataran tinggi Gayo ini cukup tersohor kenikmatannya. Kopi gayo arabika di pasaran dunia tergolong sebagai kopi premium. Kondisi geografis di dataran tinggi Gayo, sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, kualitas tanahnya yang dipengaruhi pegunungan berapi serta iklim setempat membuat cita rasa kopi gayo amat khas. Sekitar 90 persen perkebunan kopi di sana pun masih menggunakan cara bertani organik.

Kopi gayo pun dikenang dengan cita rasanya yang rendah asam, ”tebal”, beraroma kuat, dan jejak rasa kecokelatan. Begitu sedapnya kopi dari dataran tinggi Gayo ini lantas menjadikan nama Gayo berasosiasi dengan jaminan kenikmatan kopi. ”Yang sudah merasakan kopi gayo akan selalu ingin minum lagi,” kata Mansyurifain.

”Gayo” vs Gayo

Sekitar empat tahun lalu, sebuah perusahaan kopi berbasis di Belanda bernama Holland Coffee mematenkan nama Gayo dalam kopi dagangannya yang bernama Gayo Mountain Coffee. Apa akibatnya bagi kopi lokal Gayo sendiri? Alih-alih kopi gayo kian mendunia, petani dan usaha kopi lokal di Aceh malah tidak bisa lagi menggunakan nama Gayo dalam kopi produksi mereka. Jika melawan, mereka akan berisiko menanggung tuntutan hukum dari Holland Coffee.

George Willekes, pemilik Holland Coffee, dalam wawancara dengan The Sydney Morning Herald pada 16 Februari 2008 mengatakan, pihaknya telah mengenalkan kopi gayo ke penjuru dunia dan telah menjadikannya trademark. Oleh karena itu, pihak mana pun di dunia ini tidak dapat menggunakan merek dagang Gayo. Lagi pula, menurut Willekes, nama Gayo tidak harus terkait pada suatu area, namun terkait kualitas kopi. Menurutnya, jika siapa pun dapat menggunakan nama Gayo, hal itu malah akan merusak citra kualitas premium dari kopi gayo dagangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

    Makam Bung Karno di Blitar, Tempat Peristirahatan Terakhir Sang Proklamator

    Jalan Jalan
    Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

    Masuk Tebet Eco Park Harus Daftar Lewat Aplikasi JAKI, Ini caranya

    Travel Update
    Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

    Harga Tiket dan Jam Buka Istana Gebang Blitar, Rumah Bung Karno Masa Remaja

    Travel Tips
    Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

    Jelajah Pulau hingga Mangrove, Wisata Belitung untuk Delegasi G20

    Travel Update
    Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

    Istana Gebang di Blitar, Berkunjung ke Rumah Bung Karno Masa Remaja

    Jalan Jalan
    Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

    Tebet Eco Park Buka Lagi 15 Agustus 2022, Ini Aturan dan Cara Berkunjung

    Travel Update
    Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

    Kereta Zombie di LRT Jakarta Bakal Tambah Konsep Baru, Seperti Apa?

    Travel Update
    Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

    Tradisi Sedekah Laut Akan Jadi Agenda Wisata Daerah

    Travel Update
    Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

    Saat Para Wisatawan Asing Belajar Menenun di Nagekeo NTT

    Jalan Jalan
    6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

    6 Tips Main ke Wahana Train to Apocalypse di Kelapa Gading

    Travel Tips
    Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

    Lihat Mobil Kepresidenan Sejak Era Soekarno Bisa Mampir ke Sarinah

    Travel Update
    Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

    Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

    Jalan Jalan
    Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

    Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

    Travel Update
    Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

    Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

    Jalan Jalan
    Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

    Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

    Travel Tips
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.