Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melongok ke Museum Penuh Senapan sampai Panser

Kompas.com - 14/04/2012, 15:33 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Pasha (8) menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Museum Polri. Dengan nada polos, ia menuturkan ketakjubannya saat melihat aneka senjata yang ada di museum tersebut.

Apalagi museum ini memang memiliki Kid’s Corner atau ruangan khusus anak-anak beraktivitas. Di ruangan ini, si kecil bisa belajar layaknya menjadi polisi atau detektif.

Saya pernah bertemu reaksi serupa seperti yang ditunjukkan Pasha di Museum Satria Mandala. Di museum tersebut, seorang anak laki-laki yang masih kecil, menatap lekat ke senjata-senjata yang terpampang di satu sudut. Lalu begitu girang saat melihat meriam dan jeep perang.

Ya, kunjungan ke museum bertemakan militer mungkin terdengar menyeramkan untuk anak-anak. Namun, bagi anak laki-laki yang biasa bermain perang-perangan, melihat aneka senjata saja sudah membuatnya terpesona.

Selain itu, inilah salah satu cara mengajarkan si kecil sejarah kemerdekaan Indonesia. Di Indonesia, ada banyak museum militer. Berikut sebagian kecil dari museum-museum tersebut.

Selain museum-museum yang dikelola Polri dan TNI, ada pula museum yang menampilkan tokoh bersejarah di bidang militer Indonesia, seperti Museum Cut Nyak Dien, Museum Nasution, Museum Ahmad Yani, dan Museum Soedirman.

Museum Militer Bukit Barisan, Sumatera Utara. Museum ini berada di Jalan Zainul Arifin, Medan. Berbagai barang-barang yang menunjukkan perjuangan masyarakat Sumatera Utara dalam perang kemerdekaan melawan kolonial Belanda dapat ditemukan di museum ini. Ada pula senjata-senjata dari masa Perang Dunia II.

Museum Militer, Sumatera Barat. Perjuangan masyarakat Sumatera Barat saat melawan kolonial Belanda terekam dalam banyak foto.  Foto-foto ini bisa Anda lihat di museum yang terletak di Jalan Panorama, Sumatera Barat.

Selain itu pula, terdapat pula foto-foto di kala pemberontakan PKI tahun 1965. Ada pula benda-benda yang berhubungan dengan masa-masa pertempuran antara tentara Indonesia dan Fretilin di Timor Timur pada era tahun 1975-1978.

Museum Satria Mandala, Jakarta. Koleksi paling berkesan bisa jadi adalah teks proklamasi Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno. Namun, museum ini sendiri menampilkan sejarah perjuangan TNI sejak tahun 1945.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Terkini Lainnya

    Mengapa Idul Adha di Kudus Tidak Menyembelih Sapi? Simak Sejarahnya

    Mengapa Idul Adha di Kudus Tidak Menyembelih Sapi? Simak Sejarahnya

    Jalan Jalan
    4 Tempat Beli Oleh-oleh Haji di Surabaya, Ada Beragam Jenis Kurma

    4 Tempat Beli Oleh-oleh Haji di Surabaya, Ada Beragam Jenis Kurma

    Jalan Jalan
    Desa Wisata Bakal Jadi Andalan Baru Labuan Bajo untuk Gaet Wisatawan

    Desa Wisata Bakal Jadi Andalan Baru Labuan Bajo untuk Gaet Wisatawan

    Travel Update
    Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo Tutup pada Rabu, 7 Juni 2023

    Ekowisata Sungai Mudal di Kulon Progo Tutup pada Rabu, 7 Juni 2023

    Travel Update
    Rute ke Padukuhan Wotawati dari Pantai Sadeng, Permukiman di Dasar Bengawan Solo Purba

    Rute ke Padukuhan Wotawati dari Pantai Sadeng, Permukiman di Dasar Bengawan Solo Purba

    Travel Tips
    Panduan Lengkap ke OMAH Library, Hidden Gem di Tangerang

    Panduan Lengkap ke OMAH Library, Hidden Gem di Tangerang

    Travel Update
    7 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di BandungĀ 

    7 Tempat Beli Oleh-oleh Haji dan Umrah di BandungĀ 

    Jalan Jalan
    Ada Aturan Baru untuk Turis Asing di Bali, Catat 5 Penting Ini

    Ada Aturan Baru untuk Turis Asing di Bali, Catat 5 Penting Ini

    Travel Update
    Kunjungan Wisman ke Sulsel 69 Persen pada April 2023

    Kunjungan Wisman ke Sulsel 69 Persen pada April 2023

    Travel Update
    Nyulo, Aktivitas Berburu Hewan Laut Saat Malam Hari di  Belitung

    Nyulo, Aktivitas Berburu Hewan Laut Saat Malam Hari di Belitung

    Jalan Jalan
    Kompleks Taman Dadaha di Tasikmalaya Akan Direvitalisasi Jadi Wisata Baru

    Kompleks Taman Dadaha di Tasikmalaya Akan Direvitalisasi Jadi Wisata Baru

    Travel Update
    INDOFEST 2023 Dikunjungi Lebih dari 48.000 Orang, Lampaui Target Awal

    INDOFEST 2023 Dikunjungi Lebih dari 48.000 Orang, Lampaui Target Awal

    Travel Update
    Sejarah Idul Adha, Mengapa Disebut Lebaran Haji dan Kurban?

    Sejarah Idul Adha, Mengapa Disebut Lebaran Haji dan Kurban?

    Jalan Jalan
    Bali Terbitkan Aturan Baru untuk Turis Asing, Cegah Pelanggaran Terulang

    Bali Terbitkan Aturan Baru untuk Turis Asing, Cegah Pelanggaran Terulang

    Travel Update
    5 Tips Diving di Desa Wisata Welora, Perhatikan Bulan Terbaik

    5 Tips Diving di Desa Wisata Welora, Perhatikan Bulan Terbaik

    Travel Tips
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+