Zoe dan Comic Cafe, Surga Penggemar Komik

Kompas.com - 18/04/2012, 07:54 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh Andy Riza Hidayat dan Windoro Adi

Adalah Zoe, kependekan dari Zone of Edutainment, yang memadukan kafe dengan taman bacaan. Selain menawarkan makanan, taman terbuka, dan alunan musik, Zoe tentunya juga menyediakan beragam koleksi buku. Tempat itu saat ini menyediakan 34.415 koleksi buku di lahan seluas 650 meter persegi di Jalan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat.

Dari seluruh koleksi, 70 persen di antaranya merupakan komik dari Indonesia, Eropa, Amerika, Korea, dan Jepang. Selain koleksi terbaru, pengelola juga menyediakan komik koleksi lama yang sudah langka di pasaran. Komik silat Panji Tengkorak karya Henky sampai komik Detektif Conan karya Aoyama Gosho ada di sini.

Karena itu, kebanyakan penggemar komik kerasan berlamalama di tempat itu. Mereka seperti orang kecanduan. Sebagian pengunjung membawa tas karena ingin meminjam banyak komik. Sebagian lain membaca setumpuk komik di tempat dengan makanan pendamping yang tersedia.

Untuk membaca komik di tempat, pengunjung dapat memanfaatkan ruang di tepi taman terbuka, di ruang panggung yang dapat melihat lalu lintas jalan, atau di lantai dua jika menginginkan ketenangan.

Pengunjung kafe berasal dari bermacam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja. Nanda (25), karyawan swasta sebuah perusahaan di Permata Hijau, Jakarta, menyempatkan berkunjung ke Zoe pada Jumat (13/4) siang. Nanda memanfaatkan waktu luang sampai sore sebelum berangkat ke kantor.

”Mending di sini sambil menunggu jam kerja. Membaca komik membuat pikiran segar dan terhibur,” tutur Nanda sambil memegang komik Jepang. Kakinya berselonjor ke kursi di depannya. Dengan diiringi lantunan suara Tompi, siang itu menjadi menyenangkan bagi Nanda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sesekali Nanda mengajak temannya untuk menyewa dan membaca komik bersama di Zoe. Dengan membaca bersama, menurut Nanda, menjadi lebih seru karena dapat bertukar pikiran, apalagi buku yang disewa menjadi lebih banyak.

Pihak pengelola membagi perpustakaan dalam empat ruang yang terdiri dari dua ruang komik, ruang novel, dan ruang buku yang bisa dibeli.

Agar tidak ketinggalan, pengelola menjalin hubungan dengan sejumlah penerbit untuk memesan komik terbaru. ”Paling tidak setiap bulan kami membeli 200 buku baru,” kata Erman, Direktur Operasional Zoe, di Depok.

Zoe merupakan usaha bersama orang-orang yang mencintai buku. Zoe di Depok merupakan tempat kedua setelah tempat yang sama didirikan di Bandung tahun 1999. Ketika itu namanya Comic Corner. Setelah kebutuhan pelanggan semakin banyak, lahirlah Zoe pada 2003.

Zoe di Depok mulai beroperasi 30 Juni 2006 dengan 6.000 anggota. Mereka bukan hanya dari Depok, melainkan juga dari Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

Pengunjung yang ingin menjadi anggota Zoe dapat membayar Rp 50.000 sebagai uang pendaftaran. Selanjutnya anggota Zoe mendapatkan keuntungan berupa keringanan biaya 50 persen untuk membaca koleksi di tempat, keringanan 10 persen setiap pembelian buku, keringanan 10 persen setiap transaksi di kafe, bisa menyewa buku untuk dibawa pulang, dapat undangan setiap kali ada acara menarik di Zoe, dan dapat membaca buku gratis sepuasnya ketika ulang tahun.

Tertarik? Anda dapat mengunjungi Zoe melalui Jalan Raya Pasar Minggu dari arah Jakarta menuju Jalan Margonda. Zoe berada di sebelah kiri jalan (dari Jakarta) di nomor 27.

Comic Café

Suasana Comic Café yang terletak di kompleks Epiwalk, Epicentrum Rasuna Said, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, lebih fantastis lagi.

Hampir seluruh bagian restoran ini, mulai dari tiang, wallpaper, meja, hingga kursi, dihiasi gambar-gambar komik superhero, baik lokal maupun asing. Di beberapa sudut tampak juga lemari-lemari gantung berukuran kecil berisi boneka-boneka superhero.

Usaha ini dimiliki Tia Hiramsyah, istri Presiden Direktur Bakrie Land, Hiramsyah. Menurut Rachmati Rukmiwati (30), Supervisor Comic Café, saat ditemui, Rabu (11/4/2012), semua anggota keluarga ini memang penggemar tokoh-tokoh imajiner superhero. Mereka tidak hanya mengoleksi buku-buku komik superhero, tetapi juga boneka-boneka superhero.

Para pengunjung Comic Café, menurut Rachmati, sudah berulang kali meminta agar pengelola restoran menjual pakaian atau aksesori yang bertema superhero. Namun, pengelola belum bisa memenuhi harapan pengunjung. ”Memang sebenarnya boneka-boneka itu koleksi keluarga pemilik restoran ini,” ujar Rachmati.

Comic Café di Epiwalk dibuka tahun 2011. Comic Café ini yang kedua setelah Comic Café di Jalan Tebet Raya 53D, Jakarta dibuka September 2007.

Comic Café pertama yang dibuka di kawasan distro Tebet ini awalnya memanfaatkan selasar bangunan saja. ”Ukurannya kecil. Jadi restoran ini menggunakan kata kafe, sekadar warung kopi saja,” tutur Rachmati.

Karena diminati kalangan remaja, Comic Café berkembang pesat. Kini restoran ini memiliki empat lantai. Lantai pertama adalah restoran Comic Café dan restoran Soto-Sate. Lantai dua digunakan untuk kantor dan rak-rak buku komik. Di tempat inilah pengunjung bisa membaca sepuasnya.

Di lantai dua restoran, ada dua ruang spesial dengan dinding bergambar pesawat ruang angkasa. ”Biasanya kedua ruang ini dipesan pelanggan keluarga,” ucap Rachmati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.