Tansu Ini Membuat Anda Ketagihan...

Kompas.com - 03/05/2012, 07:25 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com -  Pagi, siang, sore, malam, warung satu ini selalu ramai. Tamu satu baru saja pergi, datang lagi tamu yang lain. Seakan pengunjung yang datang tak pernah putus. Padahal, warung tersebut sangat sempit. Hanya sekitar tiga kali tiga meter. Bertembok di dua sisi, sisi lainnya terbuka. Lalu meja dan bangku kayu. Sementara di sisi belakang kompor terus menyala.

Apa daya tariknya? Bukan menu mewah ataupun menu yang variatif. Warung yang cocok jadi tempat nongkrong minum kopi ini menjual satu menu utama saja yaitu ketan susu. Oleh karena itu, warung sederhana itu pun dikenal sebagai Tansu Kemayoran.

Tansu singkatan dari ketan susu, terletak di Kemayoran, Jakarta Pusat. Letak warung memang agak "nyempil" dan tak terlihat dari jalanan. Posisinya terletak di Jalan Garuda, yang mengarah ke Jalan Benyamin Sueb.

"Usianya wah udah setengah abad. Ini sudah dari zaman kakek saya," kata Herman saat ditemui di warung Tansu, Senin (23/4/2012).

Herman merupakan generasi ketiga dari pengelola warung Tansu tersebut. Ia pun menunjuk ke beberapa saudaranya untuk menjelaskan bahwa Tansu memang dikelola oleh keluarga secara turun-temurun.

"Kalau gak salah dari tahun 1956. Yang ini (menunjuk lelaki di sebelahnya) ponakan saya, jadi buyutnya kakek saya," jelasnya.

Tahun ini pun tak pasti. Sebab, jika bertanya ke orang yang berjaga warung Tansu di lain hari, jawaban bisa beda lagi. Ada yang menyebut tahun 1958, ada pula yang mengatakan tahun 1960.

Namun yang pasti, awalnya Tansu disajikan tanpa susu. Jadi hanya ketan dengan taburan parutan kelapa. Perkembangan selanjutnya, ketan dengan taburan kelapa itu pun ditambahkan susu.

Paduan ketan yang cenderung gurih dan aroma kelapa parut, bersanding pas dengan legitnya susu kental manis. Jika tak suka manis, Anda bisa minta dituangkan susu sedikit saja atau tanpa susu sekalian.

Aroma ketan juga sangat wangi. Apalagi ketan yang disajikan selalu dalam keadaan panas. Ketan panas mengepul dengan tekstur lembut. Semakin pas dimakan dengan aneka gorengan tersedia. Gorengan seperti tempe, pisang, singkong, dan ubi, jadi semacam lauk bagi si ketan.

Menurut saya, paling pas adalah tempe goreng sebagai pendamping ketan susu. Tempe diiris tipis dan dibumbui sederhana dengan garam, bawang putih, serta sedikit lada. Lalu digoreng kering.

Asin tempe seakan menyeimbangkan manis dari susu kental manis yang dituang di ketan. Pilihan minuman bisa teh atau kopi. Jika Anda penggemar teh, pesan saja teh poci. Teko tanah liat khas Tegal seakan menunjukkan usia dan asal pemilik warung Tansu.

Bibir teko yang pecah dan tambalan di sana-sini tak mengurangi kenikmatan meminum teh poci. Sayang gula yang tersedia adalah gula pasir, bukan gula batu.

Harganya pun murah. Ketan dengan susu hanya Rp 3.000, gorengan Rp 1.000, sedangkan teh poci Rp 2.000. Hati-hati sekali mencoba, Anda akan ketagihan si "Tansu". Tak masalah, jika Anda ingin sering-sering makan Tansu, sebab warung ini buka 24 jam dan bisa dibungkus untuk dibawa pulang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X