Yuk, Wisata Religi ke Kaliwungu!

Kompas.com - 26/05/2012, 16:34 WIB
|
EditorAsep Candra

KENDAL,KOMPAS.com - Datang saja ke Kaliwungu Kendal Jawa Tengah apabila anda ingin berwisata religi. Daerah yang berdekatan dengan kota Semarang ini adalah daerah yang terkenal dengan kota santri. Sebutan tersebut memang tidak berlebihan. Pasalnya, di Kaliwungu terdapat puluhan pondok pesantren. Salah satu kiai besar, KH. Dimyati Rois, juga tinggal ditempat tersebut.

Nama Kaliwungu diambil dari peristiwa seorang guru (Sunan Katong) dan muridnya (Pakuwojo) yang berkelahi di dekat sungai karena perbedaan prinsip. Dari pertengkaran itu terjadi pertumpahan darah yang menurut cerita, Sunan Katong berdarah biru dan Pakuwojo berdarah merah, keduanya wafat dalam perkelahian itu dan darahnya mengalir di sungai sehingga berubah menjadi ungu.

Tempat wisata religi yang sering dikunjungi oleh masyarakat adalah masjid Agung Kaliwungu. Pada malam hari, di Kaliwungu ini, tepatnya di alun-alun depan masjid, banyak para padagang yang menjajakan dagangannya. Mulai buku bekas, kaset, cd, buah-buahan, pakaian, tas, hingga nasi kucing.

Masjid yang terletak di sisi kanan alun-alun Kaliwungu ini dikenal masyarakat sekitar didirikan oleh KH. Asy'ari. Meski begitu, ada bantahan dari penulis buku Babad Tanah Kendal, Hamam Rohani. Menurut Hamam, masjid Agung Kaliwungu didirikan pada tahun 1653 oleh bupati Kaliwungu saat itu. Alasan Hamam, karena Kyai Asy'ari menurut sejarah datang di Kaliwungu pada tahun 1780-an.

Makam

Selain masjid Agung Kaliwungu, yang juga banyak dikunjungi oleh masyarakat adalah makam-makam para kyai yang dikenal sebagai penyebar agama Islam. Mereka datang dengan tujuan berziarah. Di antaranya makam Kiai Guru atau Kiai Asy'ari, Sunan Katong, Kiai Mustofa, dan Wali Sya'fak.

Makam ini terletak di desa Protomulyo, yang jaraknya sekitar 2 kilometer dari masjid Agung Kaliwungu. Karena jalan menuju ke makam cukup tinggi, Anda bisa naik ojek, dengan biaya paling mahal 10.000 rupiah. Yang menarik di Kaliwungu ini adalah pada perayaan syawalan. Pasalnya, pada perayaan syawalan ini, yang mengunjungi makam para kyai tersebut, jumlahnya ribuan orang. Tidak hanya masyarakat Kaliwungu sekitarnya, tapi juga masyarakat dari luar kota.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X