Sudah Pernah Mencicipi Sate Klatak? - Kompas.com

Sudah Pernah Mencicipi Sate Klatak?

Kompas.com - 15/06/2012, 07:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sate klatak apa itu? Mungkin itu pertanyaan wajar apabila Anda berkunjung ke Kota Bantul, Yogyakarta akan bertanya-tanya karena di sepanjang jalan utama kota tersebut banyak warung makan sate klatak.

Kalau Anda penasaran cobalah mampir ke warung sate klatak Pak Pong yang tiap hari selalu ramai pengunjung dan dijamin sate klataknya empuk. Sate klatak adalah sate daging kambing muda yang ditusuk dengan jeruji sepeda. Tusukannya bukan tusukan bambu biasa dan ukuran potongan daging kambingnya lebih besar tiga kali dari sate biasa. Tidak heran kalau penyajiannya tiap porsi hanya dua tusuk dan harganya Rp 12.000. Jadi harga per tusuknya Rp 6.000.

Sate klatak memiliki keunikan dan berbeda dengan sate biasa. Pada proses pembakaran sate klatak hanya dibumbui garam saja dan polos warnanya. Sedangkan sate biasa biasanya dibumbui lengkap dan sausnya sudah lazim dengan kacang atau kecap manis. Sate klatak yang bikin unik adalah cara penyajiannya dengan kuah gule kambing yang kental.

Sate klatak bertambah nikmat apabila makannya ditambahi menu lain tongseng dan tengkleng kambing. Paling istimewa menu tongseng kambing kepala. Tongsengnya lengkap banget ada mata, lidah, daging dan telinga dari kepala sapi. Harganya cukup murah untuk warga Jakarta, seporsi Rp 15.000 dibanding harga tongseng kambing biasa cukup Rp 10.000.

Makan di Warung Pak Pong perlu kesabaran. Karena pas hari libur pengunjungnya sangat ramai dan cara masak tongseng harus langsung dimasak per pesanan maka pengujung harus sabar menunggu kalau pesan makanan.

Tapi jangan khawatir bagi pengunjung yang kelaparan dan buru-buru ingin makan sate klatak. Pasalnya di daerah Bantul banyak berjejer warung sate klatak terutama yang di Jalan Imogiri Timur, Bantul. Anda tinggal pilih warung mana yang sepi pengunjung untuk memesan sate klatak. (Asita DK Suryanto; email: asita@djojokoesoemo.com)


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X