Kompas.com - 15/06/2012, 08:10 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com — Betul, kalau ingin melihat komodo di habitatnya, Pulau Rinca dan Pulau Komodo, kota terdekat untuk menjangkau binatang purba tersebut adalah Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Komodo, primadona pariwisata NTT itu, kini menjadi salah satu dari New 7 Wonders of Nature. Dampak positifnya, kota di ujung barat Pulau Flores ini selalu diramaikan kedatangan wisatawan dalam dan luar negeri. Pesawat yang mendarat di Bandar Udara Komodo hampir dipastikan selalu penuh penumpang, apalagi di musim libur. Tujuannya sebagian besar ingin melihat langsung komodo di alam aslinya.

Namun, sebelum melihat komodo, Kota Labuan Bajo juga memiliki beragam obyek wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Sebut saja Kampung Melo. Kampung Melo yang terletak di Desa Liang Ndara, Kecamatan Sanonggoang, merupakan kampung terdekat untuk bisa menyaksikan kesenian tradisional, yakni Caci.

Penasaran dengan pertunjukan Caci, Rabu (30/5/2012) pagi, rombongan Tim Adira Beauty X-Pedition meluncur ke Kampung Melo yang berjarak sekitar 22 km dari pusat kota. "Tidak jauh Bapak, tak sampai setengah jam dari Labuan Bajo," kata Jack, pemandu wisata yang sudah sepuluh tahun menggeluti pekerjaan menemani wisatawan mengunjungi obyek wisata di Kabupaten Manggarai Barat.

Selama perjalanan menuju Kampung Melo, iring-iringan mobil melewati jalan lintas provinsi, jalan yang hanya cukup untuk berpapasan dua mobil. Perjalanan melintasi jalan lintas Flores ini terbilang sangat lancar dan tidak ada hambatan sama sekali. Sangat menyenangkan, jauh dari kemacetan seperti di Jakarta. Setelah melewati Kota Labuan Bajo, selanjutnya jalanan menanjak dan pemandangan di kiri-kanan jalan dipenuhi pepohonan yang menghijau.

"Itu Kampung Melo. Sebentar lagi kita sampai," kata Jack sambil tangannya menunjuk arah depan di mana sudah ada spanduk selamat datang di Kampung Melo yang siap menyambut rombongan Tim Adira Beauty X-Pedition yang saat itu tengah memasuki etape ketiga, yakni menjelajahi bumi Flores. Adira Beauty X-Pedition memulai perjalanan wisata ini dari Tugu Nol Kilometer, Sabang, Aceh. Etape terakhir adalah Papua pada awal Juli 2012.

Nah, sebelum memasuki Kampung Melo, rombongan disambut ketua adat di pa'ang atau pintu masuk kampung serta diiringi alunan musik tradisional. Setiap tamu disambut secara khusus dengan mendapatkan selendang khas Kampung Melo. Lokasi Kampung Melo sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Jika cuaca cerah, pemandangan Kota Labuan Bajo dari atas bukit ini begitu cantik.

Musik tradisional masih terus mengiringi para tamu menaiki anak tangga satu demi satu memasuki rumah adat yang dinamakan Rumah Gendang. Ini sekaligus mencerminkan bahwa tuan rumah sangat gembira dan dengan hangat menyambut tamunya.

Di halaman Rumah Gendang, tim Adira Beauty X-Pedition duduk di halaman dan mulailah ketua adat menggelar serangkaian ritual untuk menyambut tamu. Ketua adat juga mendoakan dan memberikan kata-kata ucapan dalam bahasa adat, tanda menerima kami sebagai tamunya. Bagi masyarakat Manggarai Barat, wajib hukumnya menyambut tamu dengan baik dan ramah. Bila sampai ada tamu yang tidak disambut dengan baik, artinya mereka gagal menjaga adat Manggarai Barat. Semua rangkaian prosesi adat ini menunjukkan bahwa Ketua Adat Kampung Melo menerima kunjungan tamu dengan senang hati dan sudah menganggap tamu sebagai saudara.

Sebagai bentuk tanda keakraban, para tamu akan diberikan sopi atau tuak lokal serta pinang sirih. Sopi yang disajikan adalah hasil olahan penduduk Kampung Melo dari pohon enau dan sebagai sopan-santun, para tamu wajib meminumnya. Jangan ragu untuk meneguk sopi, karena rasanya manis. Seusai penerimaan secara adat, tamu akan dipersilakan memasuki Rumah Gendang dan setelah itu dipersilakan duduk di halaman rumah untuk menyaksikan tarian Caci.

Di halaman, beberapa penduduk pria Kampung Melo telah siap-siap dengan kostum dan peralatan tarian Caci, yakni kain yang melingkari pinggang, lonceng yang melingkari pergelangan kaki dan pinggul, tameng, cambuk, dan tongkat. Cambuk yang digunakan terbuat dari rotan dan pegangan kulit. Tameng terbuat dari bambu rotan dan kulit kambing.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Tradisi Padusan di Klaten Tahun Ini Ditiadakan untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X