Kompas.com - 19/06/2012, 12:10 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Ribuan pulau di Indonesia memudahkan orang Indonesia untuk mencari tempat wisata. Ya, cukup datangi pantai terdekat dan rekreasi pun dimulai. Hanya saja, ada beberapa risiko mengintai saat berwisata di pantai. Sebut saja mulai dari kulit terbakar matahari atau tak sengaja terinjak bulu babi. Nah, berikut beberapa panduan jika Anda mengalami kesulitan-kesulitan tersebut saat berwisata di pantai.

Kulit terbakar matahari. Sebaiknya, sebelum terkena sinar matahari di pantai, gunakan krim tabir surya. Pilih krim yang dapat menangkal sinar UVA dan UVB dengan minimal SPF 30 dan anti air. Gunakan krim untuk wajah dan tubuh.

Namun, jika terlanjur kulit Anda terbakar matahari, maka gunakan saja after sun cooling gel yang biasanya mengandung ekstrak lidah buaya.  Kulit terbakar ditandai dengan kulit memerah, terkelupas, dan terasa perih.

Untuk pertolongan pertama dapat menuangkan susu dingin ke bagian yang terbakar. Pilihan lain adalah lidah buaya yang sudah didinginkan. Lalu potong kulitnya dan ambil daging di dalamnya. Daging ini yang berfungsi untuk mengompres kulit yang terbakar.

Terkena bulu babi. Bulu babi sebenarnya pasif dan tidak menyerang. Namun, seringkali saat berenang di pantai, perenang tak sengaja menginjaknya. Cara tradisional saat terkena bulu babi adalah mengencingi daerah yang tertusuk duri bulu babi.

Air seni yang mengandung amonia dipercaya dapat meluruhkan bulu babi yang masuk ke kulit. Cara lain adalah dengan mencungkil duri yang tertancap. Lama-lama bulu babi juga akan hancur dan luruh bersama air saat mandi. Setelah itu oleskan dengan antiseptik atau gunakan madu.

Disengat ubur-ubur. Sengatan ubur-ubur memang tak mematikan, terutama ubur-ubur yang berada di perairan Indonesia. Namun, waspada untuk beberapa daerah dan negara terdapat jenis ubur-ubur yang mematikan yaitu jenis ubur-ubur kotak yang biasa ditemukan di perairan Australia.

Bagian yang tersengat akan terasa gatal dan panas. Dada sesaat terasa sesak dan perut mual. Jika terkena sengatan, bagian yang tersengat jangan disiram dengan air tawar seperti air mineral maupun air es.

Jangan pula digosok-gosok karena hanya menyebabkan bisa dari tentakel ubur-ubur makin menjalar. Jemurlah tubuh di terik matahari dan oleskan sesuatu yang membuat kulit panas seperti cabai atau jahe.

Cara lain adalah dengan menyemprotkan cuka dan perasan jeruk nipis. Copotlah sisa tentakel dengan mencungkilnya keluar. Beri minuman air panas atau teh panas kepada penderita untuk mengurangi rasa sesak.

Halaman:


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.