Kompas.com - 20/06/2012, 22:04 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh Siwi Yunita Cahyaningrum

Tahun 1980-an, hampir sepanjang pantai selatan Jawa menjadi habitat penyu-penyu langka seperti penyu belimbing, sisik, dan hijau. Kini setelah wilayah selatan kian ramai dengan aktivitas nelayan, habitat penyu kian terdesak. Pantai Rajegwesi menjadi sedikit dari habitat penyu langka yang tersisa. Saat liburan sekolah tempat ini layak dituju.

Pantai Rajegwesi terbentang di selatan Banyuwangi, Jawa Timur. Letaknya di perbatasan hutan dan masuk dalam Taman Nasional Meru Betiri. Butuh waktu 2-3 jam untuk mencapai kawasan tersebut dari kota Banyuwangi. Jalurnya menembus perkebunan karet dan kakao dengan kondisi jalan berbatu.

Namun pantai ini menjadi salah satu tempat habitat penyu langka, di antaranya penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu slengkrah (Lepidochelys olivacea), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Pada waktu-waktu tertentu tukik atau anak penyu yang sebelumnya telah ditangkarkan, dilepas di pantai ini untuk tumbuh dan berkembang.

Sebelumnya, penyu-penyu itu ditangkarkan di pusat penangkaran penyu pantai Sukamade. Dibandingkan dengan Rajegwesi, Sukamade jauh lebih terpencil. Akses menuju pantai tersebut hanya bisa ditempuh dengan mobil bergardan ganda atau trail. Namun justru di tempat terpencil itu, penyu-penyu bisa bertelur dengan lebih aman, minim gangguan manusia dan habitatnya pun terjaga.

Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri Bambang Darmodjo mengatakan, pada waktu malam di saat-saat tertentu, penyu mendarat di pantai untuk bertelur. ”Terkadang dua atau tiga ekor, tetapi bisa jadi 4-6 ekor penyu yang mendarat untuk bertelur. Tapi bisa jadi mereka mendarat namun tak jadi bertelur karena terusik keramaian,” katanya.

Penyu hijau misalnya, bisa menetaskan 100 butir telur di pantai. Telur-telur itu dikubur oleh induknya di pasir pantai untuk mengerami dan melindunginya dari babi hutan atau binatang lain pemangsa telur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi pantai yang masih bersih dan sepi mendukung perkembangbiakan penyu-penyu yang kini sudah langka tersebut. Warga setempat seperti nelayan pun memberi ruang pada fauna langka. Mereka hanya menambatkan perahu di sisi barat pantai, adapun di sisi timur dibiarkan kosong dan menjadi habitat hewan-hewan seperti penyu, dan hewan laut lainnya.

Pantai Rajegwesi dan Sukamade selama ini menjadi lokasi wisata konservasi. Pada musim-musim tertentu, wisatawan dari dalam negeri dan mancanegara datang khusus untuk melihat penyu bertelur atau melepas tukik di pantai,” kata Bambang.

Seperti April lalu, Banyuwangi Turtle Sea Foundation mengajak anak-anak SD untuk melepas penyu di pantai Rajegwesi. Tukik-tukik itu berasal dari pantai Sukamade yang kemudian ditangkarkan di tempat penangkaran penyu di Ketapang, Banyuwangi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    25th

    Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

    Mulai dari Batik Betawi hingga Boneka Ondel-ondel, Andalan Produk Ekraf Khas Betawi

    BrandzView
    Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

    Perbedaan Aturan Perjalanan Orang pada SE Satgas Covid-19 Nomor 16 dan Nomor 14

    Travel Update
    Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

    Pelaku Wisata Gunungkidul Jalani Vaksinasi di Geosite Ngingrong

    Travel Update
    Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

    Tidur Ditemani Kucing, Begini Uniknya Hostel Neko Hatago di Osaka

    Jalan Jalan
    7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

    7 Fakta Menarik Quanzhou, Kota Pelabuhan di China Warisan Dunia UNESCO Terbaru

    Jalan Jalan
    Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

    Mengenal 4 Situs Warisan Dunia UNESCO Terbaru, Ada Quanzhou di China

    Travel Update
    Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

    Daftar 25 Hotel Terindah di Dunia 2021 Versi TripAdvisor, Indonesia Termasuk

    Travel Update
    Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

    Intip Wajah Baru Terminal Penumpang Bandara Pattimura Ambon

    Jalan Jalan
    PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

    PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Siasat Pelaku Pariwisata untuk Bertahan

    Travel Update
    PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

    PPKM Darurat Sebabkan Pelaku Pariwisata Sulit Bergerak

    Travel Update
    Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

    Kemenparekraf Siapkan Program PEN dengan Anggaran Rp 2,4 Triliun

    Travel Update
    IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

    IHGMA Bali Sebut Waktu Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing Penting, Tapi...

    Travel Update
    Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

    Ini Skenario Penyambutan Turis Asing di Bali jika Sudah Memungkinkan

    Travel Update
    Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

    Bali Siapkan Skenario Sambut Turis Asing, Antisipasi jika Perbatasan Dibuka

    Travel Update
    1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

    1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

    Travel Update
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X