Kompas.com - 09/08/2012, 13:14 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh Sarie Febriane

PERJALANAN panjang untuk terdampar di pantai ini terasa sepadan ketika telapak kaki dibelai-belai pasir selembut tepung. Demi sebentang pantai tersembunyi berpasir putih dan laut biru. Sempurna untuk bersembunyi, kecuali dari tatapan rembulan di malam hari.

Sambil menunggu senja, Shinta Reinhard (50) mengenang almarhum suaminya yang sepuluh tahun lalu singgah di Pantai Bara ini, di tengah perjalanan bertualang dengan kapal di perairan Indonesia. Setibanya kapal ketika itu, sang suami yang berkebangsaan Jerman langsung jatuh cinta pada keluguan pantai tersembunyi ini. Pantai Bara terletak di kawasan Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

”Kami membeli tanah di sini. Namun, baru tahun 2008 bungalo ini dibangun. Awalnya untuk tempat peristirahatan pribadi, tetapi akhirnya dimanfaatkan untuk penginapan seperti sekarang. Kalau sudah di sini rasanya sudah enggak kenal hiruk-pikuknya dunia,” tutur Shinta, yang asal Medan.

Shinta benar. Ketenangan di Pantai Bara memang menghanyutkan. Satu-satunya ”kegaduhan” hanyalah deburan ombak jinak yang mengempas pantai. Tak jauh dari Pantai Bara terdapat hutan lindung yang dihuni monyet-monyet tanpa buntut dan aneka burung-burung liar yang riuh bercericit di pagi hari. Jika sedang beruntung, kita bisa menyaksikan monyet-monyet itu bermunculan di jalanan kecil yang menjadi akses ke Pantai Bara.

Tak jauh dari Pantai Bara ada pantai yang lebih populer, yakni Pantai Bira. Kedua pantai ini hanya berjarak sekitar 3 kilometer. Dibandingkan Pantai Bara yang lokasinya agak terisolasi, Pantai Bira menjadi tujuan wisata favorit bagi masyarakat Bulukumba dan sekitarnya. Tanjung Bira berjarak sekitar 180 kilometer dari Makassar, melalui Jeneponto. Hanya saja, karena jalanan rusak cukup parah berpuluh kilometer hingga Jeneponto, waktu tempuh keseluruhan dengan mobil bisa molor hingga 5 jam.

Meski lebih populer dibandingkan Pantai Bara, kondisi Pantai Bira kurang terawat baik. Di areal pantai yang sebenarnya cantik ini, sampah masih banyak berserakan. Sampai-sampai beberapa kali tampak turis asing yang rela memunguti sampah plastik yang berserakan di Pantai Bira.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat air laut surut, Pantai Bara bisa dicapai dengan berjalan kaki menyusuri garis Pantai Bira ke arah barat. Alternatif lain adalah melalui hutan kecil dengan jalanan sempit berbatu. Jalan alternatif ini berlokasi lebih tinggi dari bibir pantai sehingga untuk menjangkau pantai perlu menuruni tebing karang. Namun, akses yang agak sulit itu bisa dipermudah dengan tangga yang terpahat di batu karang di areal penginapan milik Shinta yang memang berdiri tinggi di atas karang.

Hanya ada dua penginapan di areal Pantai Bara. Penginapan milik Shinta, yakni Bara Beach Bungalow, hanya terdiri dari enam kamar berupa bungalo bambu. Sementara satu penginapan lagi yang lokasinya berdampingan juga berukuran mungil dengan jumlah kamar yang terbatas. Masih minimnya penginapan itulah yang membuat ketenangan Pantai Bara lebih terjaga. Pengunjung yang tampak umumnya turis asing asal Eropa, terutama Jerman. ”Mungkin karena kami lebih berpromosi di Jerman sehingga banyak turis Jerman yang ke sini. Saya dan anak saya masih tinggal di Jerman, tapi rutin ke Bara saban tahun,” tutur Shinta.

Pulau Liukang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Kongres JKPI ke-V di Bogor Tetapkan 8 Ibu Kota Kebudayaan di Indonesia

Travel Update
5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

5 Atraksi Menarik Desa Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik Dunia 2021 UNWTO

Jalan Jalan
Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Lawson Hadir Secara Virtual di Metaverse Parareal Akihabara Jepang

Jalan Jalan
Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Sandiaga Puji Desa Wisata Nglanggeran, Desa Wisata Terbaik 2021 UNWTO

Travel Update
Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Hari Konservasi Kehidupan Liar Sedunia, Yuk Intip 7 Kawasan Konservasi di Indonesia

Jalan Jalan
Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Tempat Wisata Gunung Salak di Aceh Utara Bakal Tutup untuk Pembangunan Jembatan

Travel Update
Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Ascott Kerja Sama dengan Kimaya Group Perluas Hotel di 4 Provinsi

Travel Update
Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Jangan Bawa Pulang 5 Benda Ini dari Hotel, Awas Kena Denda

Travel Tips
5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

5 Tips Liburan Akhir Tahun agar Tetap Aman dan Nyaman

Travel Tips
Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Pawon Purba Hadirkan Sensasi Makan di Kaki Gunung Api Purba Nglanggeran

Jalan Jalan
Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Libur Nataru, DIY Siapkan 500 Personel untuk Awasi Tempat Wisata dan Penyekatan

Travel Update
4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

4 Etika Bawa Tas Ransel di Pesawat, Jangan Sampai Memukul Orang Lain

Travel Tips
Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Kongres ke-V JKPI di Bogor, 40 Kepada Derah akan Bahas Isu Budaya dan Sejarah

Travel Update
Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Desa Nglanggeran di Yogyakarta Raih Gelar Desa Wisata Terbaik Dunia UNWTO 2021

Travel Update
Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Tutup Hampir 2 Tahun, Fiji Siap Sambut Turis Asing

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.