Kompas.com - 09/08/2012, 13:14 WIB
EditorI Made Asdhiana

Hari-hari di Pantai Bara yang sepi ini bisa dihabiskan dengan sekadar leyeh-leyeh di pantai dinaungi nyiur, ataupun sekadar berjemur di pelataran balkon di atas karang, berenang di laut yang landai, berlama-lama menatap senja, lantas berganti melamuni rembulan saat malam tiba.

Di pagi hari, kita juga bisa menyeberang ke Pulau Liukang yang tampak cukup jelas dari Pantai Bara. Dengan perahu motor nelayan, Pulau Liukang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Pengunjung biasanya menuju Liukang untuk snorkeling atau diving di perairan tenang dengan taman laut di sekitar pulau kecil berkarang itu.

Syarief (40), salah satu nelayan setempat, menyewakan perahunya seharga Rp 250.000 untuk seharian penuh. Tak sekadar mengantar, Syarief bahkan sudi ikut berenang mendampingi turis yang belum terbiasa snorkeling. Syarief juga menyediakan alat snorkeling bagi turis yang tidak membawa peralatan tersebut. ”Mari kita cari ikan Nemo,” ujar Syarief, merujuk ikan di film kartun Finding Nemo.

Pulau Liukang yang mungil ini hanya memiliki sepotong pantai yang posisinya sedikit mendaki dari tepi laut. Tak ada penginapan di sini. Sesekali turis memutuskan menginap dengan mendirikan tenda di pantai atau menginap di rumah penduduk. Syarief yang tinggal di Liukang baru saja membuat satu kamar untuk penginapan turis di rumahnya yang sederhana. ”Siapa tahu kapan-kapan ada yang mau menginap,” katanya.

Selain snorkeling dan diving di perairan yang amat jernih di sekitar Pulau Liukang, kita juga bisa menjenguk penangkaran penyu berukuran besar. Lokasinya tepat di lepas pantai Pulau Liukang yang menghadap ke Tanjung Bira. ”Ayo berenang saja dengan menumpang di cangkangnya. Anak-anak selalu suka main dengan penyu kalau ke sini,” kata Syarief.

Menjelang sore, Syarief cepat-cepat mengantar kembali turis yang menyewa perahunya ke Tanjung Bira. Mumpung air laut belum terlalu surut sehingga kapalnya akan lebih mudah menepi.

Langit yang biru cemerlang di siang hari tampak mulai sayu di penghujung petang dengan sulur-sulur jingga yang samar di cakrawala. Ah, singkirkan dulu segala keindahan visual itu. Perut lapar setelah snorkeling seharian sepertinya sudah harus disambangi lembutnya daging ikan kerapu hitam yang dibakar di tepi pantai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, Tapi...

Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, Tapi...

Travel Update
Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

Travel Tips
4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

Jalan Jalan
The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

Jalan Jalan
Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.