Manisnya Jelly Moon Cake Rasa Lemon Madu

Kompas.com - 06/09/2012, 06:19 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Kotak biru dengan gambar seorang dewi jelita tampil dengan apik. Isinya tak kalah menarik, moon cake atau kue bulan. Dewi bulan yang mengantar legenda Mid-Autumn festival atau Festival Musim Gugur memang cocok menjadi gambaran kecantikan kreasi kue bulan dari Pearl Chinese Restaurant yang berada di JW Marriott Hotel Jakarta.

Perayaan Festival Musim Gugur dikenal dengan sebutan Festival Kue Bulan, sebab perayaan ini selalu menghadirkan acara makan kue bulan atau memberikan kue bulan kepada kerabat.

Berbagai hotel berbintang di Indonesia setiap tahunnya menjelang perayaan Festival Kue Bulan berlomba-lomba mengeluarkan kreasi kue bulan untuk menarik hati pelanggannya. Entah inovasi dalam rasa, bentuk, sampai kemasan penghantar kue bulan.

Salah satunya adalah JW Marriott Hotel Jakarta yang memang sudah terkenal sejak lama selalu mengeluarkan kue bulan yang inovatif. Tahun ini, Pearl Chinese Restaurant, restoran andalan JW Marriott Hotel untuk kuliner Chinese mengeluarkan jelly moon cake.

Kue bulan dari agar-agar itu pun begitu kenyal dengan tekstur yang padat. Ada rasa green tea atau teh hijau, honey lemon atau lemon madu, bunga krisan, dan lidah buaya, yang bisa menjadi pilihan untuk jelly moon cake.

Aroma teh hijau terasa betul di lidah saat mengigit green tea jelly moon cake. Namun, saya rekomendasikan rasa honey lemon, rasa manis dengan aroma lemon yang asam, paduan yang menyegarkan di lidah. Satu kue pun terasa tak cukup.

Nah, untuk kue bulan tradisional pun tak pantas dilewatkan. Apalagi kali ini Pearl Chinese Restaurant menghadirkan rasa baru yaitu rasa talas. Selain rasa talas, rasa lainnya adalah teh hijau, kacang merah, dan wijen.

“Kami masih menggunakan cara tradisional saat membuat kue bulan,” tutur Director of Marketing Communications JW Marriott Jakarta, Ina Ilmiaviatta.

Kue bulan dibuat secara hati-hati satu per satu dengan tangan. Alat pencetaknya pun masih terbuat dari kayu yang khas tradisional. Kue bulan biasa menggunakan kulit terbuat dari telur lalu diberikan isian sesuai rasa yang diinginkan. Baru kemudian adonan dipanggang. Bentuknya bulat dan warna cokelat keemasan dari hasil panggangan.

Berbeda dengan kue bulan biasa, kue bulan dengan snow skin tidak dipanggang. Ia diselimuti dengan kulit dari tepung beras. Teksturnya lembut dan enak dimakan dalam keadaan tidak panas. Rasa yang tersedia adalah cokelat truffle yang dibuat dari cokelat premium dari Swiss, rasa durian, teh hijau, kacang merah, wijen, dan talas.

Harga untuk sekotak kue bulan mulai dari Rp 298.000 (++) tergantung jenis kue bulan dan ukurannya. Kue bulan di Pearl Chinese Restaurant tersedia sampai tanggal 30 September 2012. Festival ini memang awalnya sebagai penghormatan kepada Dewi Bulan.

Nah, untuk merasakan perayaan Festival Kue Bulan, bagaimana kalau menikmati kue bulan dengan secangkir teh sambil menatap bulan di tepian danau bersama kerabat. Apalagi bila tepat di saat bulan purnama. Catat saja, bulan purnama berikutnya adalah tanggal 30 September 2012.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X