Kompas.com - 30/09/2012, 10:14 WIB
Penulis Ary Wibowo
|
EditorErvan Hardoko

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Maluku, Benny Gaspers, mengakui, sampah memang merupakan masalah yang masih dihadapi Pemerintah Kota Ambon. Menurutnya, pihaknya saat ini terus mengupayakan agar masalah itu bisa diselesaikan dengan membuat sejumlah program dan mensosialisasikannya ke masyarakat sekitar. "Ini juga perlu kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah ke dalam air," katanya saat ditemui Kompas.com, Sabtu (29/9/2012).

Peduli
Melihat sejumlah fakta itu, jelas, saat ini harus ada kepedulian tinggi dari pemerintah Pusat dan Daerah untuk menjaga kelestarian Teluk Ambon. Perlu ada regulasi tegas agar pola pikir membuang sampah di tempat yang ditentukan dijadikan gaya hidup. Jika masalah ini diselesaikan, potensi laut dan pesona keindahan Teluk Ambon jelas dapat dijadikan sumber daya alam yang menghasilkan devisa negara.

Sejak Abad ke-16, para penjelajah di seluruh dunia, mengakui bahwa Nusantara adalah lumbung emas bagi perdagangan mereka. Tak jarang juga, hingga saat ini ratusan pelajar maupun peneliti luar negeri masih mengunjungi Indonesia untuk  memperoleh sumber atau pun catatan sejarah kebesaran Ibu Pertiwi di telinga Eropa maupun Asia.

Indonesia dewasa ini memang penuh dengan hiruk pikuk dari jutaan intrik para politisi yang tidak tahu diri. Hal-hal yang seharusnya diperhatikan, tak jarang malah diabaikan. Hal-hal yang pernah membuat Negeri ini bangga, sering berlalu begitu saja. Padahal kalau mereka sadar, ratusan hutan, gunung, sawah, dan lautan dari Sabang hingga Merauke, merupakan harta pusaka Indonesia.

Harus ada kesadaran dan kebesaran hati, agar riwayat catatan sejarah kebesaran Nusantara itu tetap terjaga untuk warisan anak cucu Bangsa. Jangan sampai, kisah mengenai ketakjuban para penjelajah dunia saat datang ke surga kecil milik Nusantara itu, hanya tinggal kenangan semata.

"Jernihnya air memberiku salah satu pemandangan yang paling menakjubkan dan indah yang pernah aku lihat," -Russel Wallace.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.