Kompas.com - 01/10/2012, 16:50 WIB
EditorI Made Asdhiana

Yang kami incar di kota saya tinggal adalah Fakultas Kedokteran Montpellier. Kenapa? Alasannya, akademi ini sangat tersohor. Fakultas kedokteran Montpellier merupakan salah satu Fakultas Kedokteran tertua di dunia dan masih digunakan hingga saat ini. Selain itu fakultas ini juga merupakan fakultas pertama kedokteran yang dibangun di Perancis.

Fakultas Kedokteran ini memiliki koleksi anatomi tubuh tertua di dunia serta untuk pertama kalinya diadakan bedah mayat bagi para mahasiswa dalam ruangan amphithéâtre (amfiteater).

Gedung Fakultas Kedokteran Montpellier bersatu dengan gereja karena zaman dulu penyembuhan selalu berhubungan dengan agama.

Karena masuk ke dalam fakultas ini tak menggunakan tiket, dalam arti dibuka untuk umum dari pukul 09.00 hingga pukul 18.00 maka antrean pun terlihat panjang, khususnya mereka yang ingin masuk ke dalam museum anatomi tubuh yang hanya dibuka setahun sekali untuk umum. Para mengunjung rela menunggu selama satu jam untuk melihat berbagai koleksi.

Saya dan keluarga sengaja datang pukul 9 pagi untuk mengunjungi museum anatomi dan Fakultas Kedokteran terkemuka itu. Beruntung kami hanya mengantre sekitar 15 menit. Si bungsu, yang kami kira akan ketakutan melihat koleksi tubuh yang diawetkan, malah terkagum-kagum. Padahal, yang dipajang benar-benar membuat reaksi wajah bisa berubah dari kaget hingga ngeri. Bayangkan melihat beberapa potong bagian tubuh yang telah diawetkan, bahkan ada yang diawetkan dalam botol-botol.

Saking banyaknya tempat yang dibuka untuk umum, kami pun harus pintar-pintarnya memilih mana yang akan menjadi tujuan di hari pertama journée patrimoine itu. Akhirnya Museum Arkeologi yang menjadi pilihan kedua. Karena kedua anak kami penasaran ingin melihat peninggalan Zaman Romawi yang ditemukan saat penggalian trem di kota kami tahun 2000 lalu.

Biasanya saat kita melewati sebuah bangunan milik pemerintah atau tempat lainnya yang tak memungkinkan bagi orang umum masuk, sering terlintas dibenak, kira-kira seperti apa ya dalamnya? Sehari-hari melihat gambar gedung presiden hanya lewat media, siapa tidak senang kalau diberi kesempatan untuk mendatangi secara langsung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi berkunjung ke ruangan senat para wakil rakyat melakukan rapat serta mengambil keputusan atau mendatangi tempat hasil penemuan bersejarah, yang saking rentannya, hanya bisa dikunjungi setahun sekali. Bukankah suatu hal yang tak boleh dilewatkan? Karena pengalaman tersebut, menurut saya adalah pengalaman unik, yang tak setiap orang mendapatkan kesempatan tesebut, karena keterbatasan waktu.

Bagi saya Perancis tempat saya kini bermukim adalah negara maju. Namun pemerintahnya masih menaruh perhatian kepada penduduknya dengan memberikan kekayaan berupa ilmu budaya sejarah, secara gratis. Memberikan kesempatan kepada masyarakatnya agar setidaknya setahun sekali bisa melihat dari dekat warisan sejarah mereka. Memberikan ilmu masih merupakan hal yang utama, demi kekayaan pikiran bangsanya sendiri.

Saya jadi bertanya mungkinkah hal seperti nantinya bisa diterapkan di negara saya tercinta, Indonesia? (DINI KUSMANA MASSABUAU)

Halaman:


25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Revenge Travel, Solusi Bangkitnya Ekonomi yang Berisiko Tinggi

Jalan Jalan
Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Dulu Dibantu Pemerintah, Kini Hotel Karantina Biayai Operasional Sendiri

Travel Update
AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

AirAsia Indonesia Perpanjang Penghentian Penerbangan Berjadwal sampai 6 September 2021

Travel Update
Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Aplikasi PeduliLindungi Jadi Syarat Terbaru Naik Pesawat, Simak Ketentuannya

Travel Update
Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Dinas Pariwisata Gunungkidul: Lebih dari 7.000 Pelaku Wisata Terdampak PPKM

Travel Update
Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Legenda Danau Toba, Tercipta akibat Amarah Putri Jelmaan Ikan

Jalan Jalan
Jumlah Penumpang Domestik Berangkat dari Bandara Kualanamu Naik

Jumlah Penumpang Domestik Berangkat dari Bandara Kualanamu Naik

Travel Update
Sandiaga Targetkan Vaksin di Sektor Pariwisata sampai 40.000 Per Hari

Sandiaga Targetkan Vaksin di Sektor Pariwisata sampai 40.000 Per Hari

Travel Update
Legenda Dewi Sri: Simbol Kesuburan, Kehidupan, sekaligus Penderitaan - (Seri 1 dari 5 Tulisan)

Legenda Dewi Sri: Simbol Kesuburan, Kehidupan, sekaligus Penderitaan - (Seri 1 dari 5 Tulisan)

Jalan Jalan
Menjual Cerita di Balik Makna 'Sebalik Sumpah'

Menjual Cerita di Balik Makna "Sebalik Sumpah"

Jalan Jalan
Cari Tahu, Ini 5 Destinasi Geopark di Indonesia yang Tersertifikasi UNESCO

Cari Tahu, Ini 5 Destinasi Geopark di Indonesia yang Tersertifikasi UNESCO

Jalan Jalan
Wengi, Wahana Misteri dengan Konsep VR Digelar pada Oktober 2021

Wengi, Wahana Misteri dengan Konsep VR Digelar pada Oktober 2021

Travel Update
Kasus Covid-19 Bertambah Jadi Salah Satu Risiko Revenge Travel

Kasus Covid-19 Bertambah Jadi Salah Satu Risiko Revenge Travel

Jalan Jalan
Fenomena Revenge Travel, Balas Dendam Wisatawan akibat Pandemi

Fenomena Revenge Travel, Balas Dendam Wisatawan akibat Pandemi

Jalan Jalan
Industri Pariwisata di Jogja Rugi Rp 10 Triliun Selama Pandemi

Industri Pariwisata di Jogja Rugi Rp 10 Triliun Selama Pandemi

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X