Kompas.com - 11/11/2012, 12:10 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Ketika tarian usai, pemangku memerciki tirta, air suci, untuk menyadarkan penari dari keadaan kerasukan atau tak sadarkan diri.

Selanjutnya adalah tari Sanghyang Jaran yang tarian aslinya juga ditarikan dalam kondisi kerasukan. Namun, belakangan memang penari sudah memilliki keahlian kekebalan tubuh saat menghadapi api.

Jadi, seorang laki-laki masuk ke area pertunjukan membawa kuda atau jaran, tentu saja hanya kuda-kudaan. Ia menari memutari api unggun dalam sahut-sahutan nada “cak” dari penari-penari lainnya. Setelah itu, ia mulai menginjak dan menendang api unggun. Selintas seperti tarian kuda lumping.

“Sanggar ini sudah dari tahun 1983 rutin mengadakan pertunjukan untuk turis. Ada sekitar 200 orang yang terlibat dan selalu terjadi regenerasi,” kata Ketut Sade, salah satu anggota sanggar.

Untuk menonton Tari Kecak ini, pengunjung bisa datang di hari Rabu, Sabtu, dan Minggu pada pukul 19.00. Sementara di hari Selasa dan Kamis, sanggar menampilkan Tari Barong dan Tari Keris. Selain di Pura Penataran Kloncing, turis juga bisa menonton pertunjukan tari di tempat lain.

Salah satu lokasi yang terkenal adalah Pura Dalam Ubud untuk menonton Tari Barong dan Tari Keris. Lalu, Puri Saren Ubud untuk menonton Tari Legong. Bisa juga di Arma Museum, Pura Taman Sari, dan Puri Agung Peliatan. Salah satu yang unik adalah pertunjukan di Pura Batukaru yang menampilkan tari Kecak namun dibawakan oleh penari-penari perempuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.