Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/11/2012, 09:00 WIB
EditorI Made Asdhiana

Tampak sejumlah biksu melantunkan doa dan nyanyian pujian. Beberapa biksu juga tampak berjalan mengelilingi stupa sambil mendaraskan doa, sambil berlutut atau tengkurap. Ketika bulan purnama terbit dan terlihat menggantung di samping stupa, atmosfer yang terasa sungguh magis. Tenang, syahdu, membawa pikiran melayang ke masa lalu ketika Buddha berada di tempat itu.

Candi

Pagi berikutnya, perjalanan dilanjutkan ke Bodhgaya. Dari Varanasi, Bodhgaya ditempuh dengan pesawat sekitar 30 menit. Tempat tujuan utama adalah Candi Mahabodhi. Tahun 2002, Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menyatakan Candi Mahabodhi sebagai situs warisan dunia.

Candi ini juga dibangun semasa Raja Ashoka dan dilanjutkan dinasti penerusnya, yaitu Kushana dan Gupta. Arkeolog Inggris, Sir Alex Cunningham, memelopori penggalian dan restorasi Candi Mahabodhi bersama arkeolog India, Rajendra Lal, pada tahun 1883. Bangunan utama candi berbentuk semacam piramid terbuat dari batu bata abu-abu setinggi 55 meter. Bangunan utama dikelilingi empat candi lebih kecil di keempat penjurunya.

Beragam relief indah mengelilingi candi. Di tempat inilah Buddha mendapatkan pencerahan saat bersemadi di bawah pohon bodhi. Pohon besar itu menjulang di bagian belakang candi. Pohon ini berasal dari bibit pohon yang aslinya berada di Anuradhapur, Sri Lanka.

Di bawah terik matahari siang itu, duduk di bawah pohon bodhi terasa sangat sejuk dan menentramkan. Angin berdesir lembut, seolah tak ingin menggugurkan satu daun pun dari cabang-cabangnya. Daun bodhi yang gugur di lantai menjadi rebutan pengunjung.

”Ini untuk Anda,” ujar seorang biksu sembari mengulurkan daun bodhi kering yang jatuh dari pohon karena tertiup angin. Hadiah yang tak ternilai.

Satu hal yang menarik, sejak sebelum gerbang utama pengunjung diwajibkan melepas alas kaki dan meninggalkannya di tempat penitipan. Karpet merah terbentang mengelilingi candi bagi yang ingin berjalan mengitarinya sehingga kaki tidak akan kepanasan.

Pemandangan lain yang amat mengesankan, tempat ini dipadati orang. Pada sore hari, Anda bisa berdesak-desakan di pintu masuknya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konektivitas Antarnegara Jadi Sorotan di ASEAN Tourism Forum 2023

Konektivitas Antarnegara Jadi Sorotan di ASEAN Tourism Forum 2023

Travel Update
Delegasi ATF 2023 Akan Diajak Kunjungi Desa Wisata hingga Coba Pijat Tradisional

Delegasi ATF 2023 Akan Diajak Kunjungi Desa Wisata hingga Coba Pijat Tradisional

Travel Update
Visa Transit Arab Saudi Berlaku 4 Hari, Bisa Umrah dan Ziarah

Visa Transit Arab Saudi Berlaku 4 Hari, Bisa Umrah dan Ziarah

Travel Update
3 Tips Berburu Promo di Japan Travel Fair 2023

3 Tips Berburu Promo di Japan Travel Fair 2023

Travel Tips
Cara Mendapat Cashback hingga Rp 4,5 Juta di Japan Travel Fair 2023

Cara Mendapat Cashback hingga Rp 4,5 Juta di Japan Travel Fair 2023

Travel Promo
Sandiaga Ajak Delegasi ATF 2023 ke Desa Nglanggeran dan Beli Produk UMKM

Sandiaga Ajak Delegasi ATF 2023 ke Desa Nglanggeran dan Beli Produk UMKM

Travel Update
5 Tempat Wisata Dekat Situ Cipondoh, Ada Taman Gratis dan Museum

5 Tempat Wisata Dekat Situ Cipondoh, Ada Taman Gratis dan Museum

Jalan Jalan
Lokasi Kampung Ketandan, Tempat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023

Lokasi Kampung Ketandan, Tempat Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta 2023

Travel Tips
5,48 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 251 Persen

5,48 Juta Wisman Kunjungi Indonesia Sepanjang 2022, Naik 251 Persen

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kebun Raya Indrokilo Boyolali: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Pekan Budaya Tionghoa 2023 di Yogyakarta, Ada Street Food sampai Barongsai

Jalan Jalan
565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

565.936 Wisman Kunjungi Batam Sepanjang 2022, Naik Pesat

Travel Update
Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Japan Travel Fair 2023: Tiket Pesawat ke Jepang PP Mulai Rp 5 Jutaan

Travel Promo
Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Gunungkidul Manfaatkan ASEAN Tourism Forum 2023 untuk Gaet Turis Asing

Travel Update
Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Japan Travel Fair 2023, Ada Diskon ke Jepang hingga Rp 3,5 Juta

Travel Promo
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+