Kompas.com - 17/11/2012, 09:06 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Sarapan, makan siang, minum kopi di sore hari, sampai makan malam. Masing-masing jam makan bisa memunculkan aneka kuliner khas Yogyakarta. Ya, walau disebut sebagai Kota Gudeng, kuliner Yogyakarta lebih dari sekadar “gudeg”.

Tentu saja, mampir ke Yogyakarta tetap tak lengkap jika belum mencicipi gudeg. Bagi pelancong sejati Yogyakarta, pasti memiliki kuliner favorit yang akan selalu dicari setiap menginjakan kaki di Yogyakarta.

Ada pula beberapa kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan. Beberapa kuliner tersebut begitu “ngangeni” alias membuat rindu bagi orang yang sudah pernah memakannya. Berikut beberapa makanan Yogyakarta yang “ngangeni” versi Kompas.com.

Kipo. Kipo adalah jajanan khas Kotagede. Bentuknya kecil dan dibungkus daun pisang. Kulit kipo warna hijau dengan isian gula jawa. Bungkusan daun pisang berisi adonan yang sudah diberi gula jawa kemudian dipanggang di atas cobek.

Harum pandan dan kenyal kulit dari tepung ketan yang gurih bercampur dengan manisnya gula jawa. Salah satu tempat legendaris yang menjual kipo adalah kios Bu Djito di Jalan Mondorakan Nomor 27, Kotagede, yang sudah berjualan sejak 1946.

Sego Pecel. Sego berarti nasi, pecel sudah pasti sayuran dengan bumbu kacang. Masakan sederhana ini selalu mampu membuat penikmatnya rindu untuk menyantapnya kembali. Kuncinya memang di bumbu kacang.

Nah, SGPC Bu Wiryo bisa menjadi salah satu tempat makan untuk menikmati sego pecel. Lokasinya masih berada di kompleks Universitas Gajah Mada (UGM) dan sudah ada sejak tahun 1959. Tak heran, ini menjadi tempat makan nostalgia bagi kalangan alumni UGM.

Sego pecel ala Bu Wiryo tak jauh beda dengan nasi pecel lainnya, yaitu berisikan kacang panjang, bayam, dan tauge. Tentu saja tak lupa bumbu kacang gurih dengan sedikit rasa pedas, disiram di atas sayuran. Anda bisa tambahkan lauk lainnya untuk menyantap nasi pecel, ada tempe dan tahu bacem, ataupun sekedar telur goreng.

Gudeg. Mendengar kata “gudeg” saja sudah mampu menerbitkan air liur. Rasanya yang legit dengan paduan gurih dari santan. Nangka muda dimasak dengan santan selama berjam-jam hingga kental dan berubah warna.

Salah satu penjual gudeg yang tenar adalah Gudeg Yu Djum. Sampai-sampai, jika tak sempat makan, gudeg pun dibungkus untuk dijadikan oleh-oleh. Gudeg Yu Djum sering dibeli untuk dibawa pulang ke kota asal. Biasanya bisa awet jika dibungkus dengan kendil atau kendi tanah liat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ada 'Fashion Week' di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

    Ada "Fashion Week" di Takengon Aceh, Bantu Promosi Wisata

    Jalan Jalan
    Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

    Serunya Berkelana Bareng Orang Asing, Pernah Coba?

    Travel Update
    Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

    Karakter Ikonik di Pop Art Jakarta 2022! Dalang Pelo hingga Gatotkaca

    Jalan Jalan
    Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

    Syarat Terbaru Pendakian Gunung Slamet via Bambangan, Siapkan Surat Dokter

    Travel Tips
    Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

    Pasar Seni Desa Kenalan Borobudur, Satukan Air Suci dari 3 Sumber Berbeda

    Travel Update
    Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

    Pemegang Paspor RI yang Akan ke Jerman Bisa Ajukan Pengesahan Tanda Tangan di Kanim

    Travel Update
    18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

    18 Pelanggaran pada Pendakian Gunung Prau, Ada yang Sanksinya Pidana

    Travel Tips
    Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

    Tour 6 Hari 5 Malam di Pulau Flores, Kunjungi Kampung Tradisional

    Jalan Jalan
    Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

    Hotel Artotel Batam Dibuka, Tawarkan Tarif Menginap Mulai Rp 598.000

    Travel Update
    Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

    Travelin Fest Digelar di Bandara Soekarno-Hatta, Tawarkan Aneka Promo

    Travel Promo
    Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

    Apa Bedanya Paspor Biasa dan Paspor Elektronik?

    Travel Tips
    HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

    HUT Ke-77 RI, TikTok Ajak 4 Kreator Promosi Wisata Indonesia Selama 77 Jam

    Travel Update
    Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

    Panduan Wisata Jakarnaval 2022 di Ancol, Cara Pesan Tiket dan Rutenya

    Travel Tips
    Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

    Jelang HUT Ke-77 RI, Kuota Pendakian Gunung Binaiya Maluku Penuh

    Travel Update
    Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

    Mengenal Desa Wisata Undisan Bali yang Berbasis Komunitas Adat

    Jalan Jalan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.