Rasa Lebih di Sate Lilit Khas Lebih

Kompas.com - 29/12/2012, 09:20 WIB
Editorkadek

KOMPAS.com - Asap membumbung di tengah deburan ombak. Aroma sate lilit menyeruak di tepian Pantai Lebih.

Ada sekitar lebih dari 25 warung yang tersebar di Pantai Lebih. Warung-warung ini berjejer di tepian jalan kecil masuk ke Pantai Lebih. Warung permanen ditata dengan rapi.

Sebagian besar warung menjual menu yang sama yaitu sate laut dan bakso laut. Keduanya merupakan kuliner khas Lebih. Salah satu warung yang tenar di Pantai Lebih adalah "Warung Ijo".

Nah, di warung ini, ada ikan marlin yang digunakan sebagai bahan masakan. Biasanya ikan tuna yang menjadi bahan untuk sate lilit. Di "Warung Ijo", ikan marlin menjadi andalannya.

Ikan marlin cincang dicampur parutan kelapa lalu adonan dililitkan ke tusukan sate yang terbuat dari pelepah kelapa. Sate kemudian dibakar di atas bara api. Hasilnya adalah sate dengan teksur lembut dengan selintasan manis dan rempah yang didominasi rasa kunyit khas Bali.

Sementara bakso laut terbuat dari ikan marlin yang dicincang lalu dibuat bola-bola. Kuah kaldu ikan dengan campuran bumbu rempah termasuk kunyit dan kencur, juga tak lupa cabai untuk sensasi pedas menghentak.

Pendampingnya adalah plecing kangkung. Kalau khas Bali tentu ditambah dengan kacang nuse yang garing. Sambal rajang menambah kenikmatan makan, terbuat dari bawang merah dan sereh.

Uniknya, nasi yang disajikan dicampur dengan sele atau singkong. Orang Bali biasa memakan nasi sele, nasi yang dicampur singkong atau ubi. Untuk minumannya, coba pilih sari temulawak yang biasa dijual di Bali dalam kemasan botolan.

Bersiap terkejut dengan harganya. Satu paket hidangan laut untuk satu orang yang terdiri dari nasi sele, sambal ranjang, plecing kangkung, sate lilit berisi empat tusuk sate, dan bakso ikan, diberi harga Rp 10.000. Sedangkan sari temulawak hanya Rp 3.000 per botol. Sangat murah, kan.

Adonan sate lilit dan bakso ikan juga bisa dibawa pulang. Beberapa orang kerap membelinya sebagai oleh-oleh. Jika dimasukan dalam lemari pembeku bisa tahan hingga dua minggu.

Pantai Lebih berlokasi di Desa Lebih, Gianyar, Bali. Sangat mudah mencapai pantai ini, cukup lalui jalan bypass Ida Bagus Mantra yang menghubungkan Denpasar dan Karangasem.

Jika dari arah Bandara Ngurah Rai hanya sekitar 36 kilometer, tak sampai satu jam jika perjalanan tidak macet. Lokasinya yang berada di tengah-tengah, menjadikan Pantai Lebih sebagai pusat kuliner yang cocok menjadi tempat peristirahatan pengguna jalan Ida Bagus Mantra.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X