Kompas.com - 31/12/2012, 08:16 WIB
EditorI Made Asdhiana

Oleh Gregorius Magnus Finesso

Bertandang ke ”Kota Perwira”, Purbalingga, Jawa Tengah, cobalah semangkuk soto bancar. Sambil menikmati panorama Kali Klawing, rasakan soto bumbu kacang khas Banyumasan dengan cita rasa legit, segar di lidah. Hmm....

Kali Klawing yang berhulu di Gunung Slamet mengalir bening membelah Kota Purbalingga. Di tepinya, kita bisa menikmati soto bancar di warung milik Bu Misdar.

Terasa khas dengan bumbu kacang pada soto bancar. Untuk diketahui, bumbu kacang memang mendominasi sebagian besar masakan di wilayah Banyumasan. Namun, berbeda dengan bumbu kacang pada sate yang ditumbuk sangat halus, bumbu kacang pada soto bancar ditumbuk sedikit kasar. Ini justru meninggalkan sensasi renyah di lidah saat soto disantap. Tampilan kuahnya buket, bahasa Banyumasan, yang artinya keruh, tidak bening. Namun, percayalah rasanya sangat segar.

”Rahasianya pada saat memasak kaldu sapi. Daging diolah dulu hingga aroma amis keluar (hilang) semua, baru direbus untuk membuat kaldu,” kata Wartini (52), istri Haji Misdar, yang menggunakan nama suaminya untuk warung soto warisan leluhurnya tersebut.

Selain ketupat, suguhan soto bancar juga ditambah taoge, daun bawang yang dipotong besar-besar, irisan wortel rebus, dan kerupuk warna-warni khas Purbalingga. Porsi daging yang disajikan dalam mangkuk pun istimewa. Lumayan banyak sehingga membuat isi mangkuk menggunung. Anda bisa memilih beberapa alternatif daging, mulai dari ayam, sapi, jeroan (sekengkel), hingga campur.

Setelah daging dimasukkan, bumbu kacang yang telah diencerkan dengan sedikit air disiramkan lalu diguyur kuah kaldu, kecap, dan taburan bawang goreng. Rasanya legit, khas makanan Banyumasan yang menggambarkan karakter warganya yang berani dan apa adanya.

Sebelum mengaduk isi mangkuk dan menyantap seluruh isinya, cobalah dulu menyeruput kuah soto yang belum tercampur bumbu kacang. Dijamin, rasa segar kuah kaldunya segera memacu produksi zat-zat pendorong nafsu makan di tubuh.

Satu lagi yang istimewa dari sajian soto bancar Bu Misdar, daging olahannya empuk sehingga mudah dikunyah. Terasa sensasi rasa legit yang pekat di lidah saat mengunyah bumbu kacang dan segarnya kuah kaldu daun bawang.

”Rasa manisnya legit, tetapi tetap segar. Yang jelas, porsinya memang pas untuk yang lapar,” ujar Tjue Lin (45), pengusaha lokal yang belasan tahun menjadi pelanggan setia warung Bu Misdar ini.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.