Kompas.com - 31/12/2012, 09:40 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Kota Shanghai memiliki daya tarik yang luar biasa. Pemerintah China menjadikan Shanghai sebagai kota modern, kota niaga, sekaligus kota wisata. Kota ini terus berbenah. Gedung-gedung baru bermunculan bersanding dengan gedung-gedung kuno yang sudah lebih dahulu ada. Pemerintah China sadar betul Shanghai itu ibarat magnet untuk mengundang pengusaha atau wisatawan berbondong-bondong "menyerbu" Shanghai, bisa berlibur atau urusan bisnis.

Kini, Shanghai semakin giat bersolek. Jalan raya semakin diperbanyak, stasiun kereta api dipercantik, taman makin bertambah, bahkan bandara sebagai pintu gerbang kedatangan turis pun terus direnovasi. Transportasi juga dipermudah dan dimodernisasi. Tak pelak kalau wisatawan, baik dari luar negeri maupun wisatawan dalam negeri China selalu memadati Shanghai.

Kawasan The Bund merupakan daerah yang selalu disasar wisatawan. Kawasan wisata di tepi Sungai Huangpu yang membelah Kota Shanghai ini tampak selalu hidup dan tak pernah "tidur". Siang tetap berdenyut, malam pun malah makin molek dipenuhi sorotan lampu beraneka warna. Sungai Huangpu dengan lebar 500 meter dan kedalaman rata-rata 12 meter itu selalu diramaikan kapal wisata dan kapal niaga. Sungguh Shanghai menjadikan destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi wisatawan saat berkunjung ke China.


shanghai
Wisatawan asing di Shanghai. (Foto: KOMPAS.com/I Made Asdhiana)

Sekali-kali cobalah menikmati Shanghai di pagi hari. Berjalanlah mulai dari jembatan Waibaidu terus menyusuri The Bund. Jembatan Waibaidu merupakan salah satu simbol dari Kota Shanghai. Awalnya dibangun tahun 1855 dengan struktur kayu. Lantas Desember 1907, struktur jembatan diganti dengan baja dan dibuka untuk publik. Jembatan ini paling laris dipenuhi pasangan untuk pemotretan pre-wedding, baik pagi, sore, apalagi pada malam hari.

Udara pagi hari di awal Oktober itu betul-betul terasa sejuk, sementara langit pun terlihat cerah. Ternyata suasana pagi di The Bund sangat ramai. Warga China maupun wisatawan asing berbaur berlalu-lalang seakan-akan berlomba-lomba menikmati keindahan Shanghai di pagi hari. Belum lagi di seberang Sungai Huangpu, menjulang Oriental Pearl Tower setinggi 458 meter yang begitu mencolok mata.

Namun sekarang ini Oriental Pearl Tower kalah jangkung dibandingkan gedung Shanghai World Financial Center atau gedung "pembuka botol" dengan 100 lantai setinggi 472 meter. Kedua bangunan tinggi di Shanghai ini, selain Jinmao Tower (402,5 meter) selalu menarik pengunjung untuk melampiaskan rasa penasaran bagaimana rasanya memandangi sekeliling Kota Shanghai dari ketinggian.


shanghai pearl

Oriental Pearl Tower di Shanghai. (Foto: KOMPAS.com/I Made Asdhiana)

Yang tak kalah menarik adalah gedung-gedung kuno yang berjejer rapi di seberang The Bund, tepatnya di Zhongshan Road. Bangunan kuno dengan arsitektur Eropa klasik yang sangat menawan. Bisa jadi pengunjung atau wisatawan seakan-akan merasa seperti di Eropa. Gedung-gedung kuno ini ditempati para pelaku bisnis terkemuka di China seperti China Foreign Exchange Trade Center, Shanghai Customs House, China Merchant Bank, Peace Hotel, Bank of China. Tak salah kalau The Bund mendapat julukan Wall Street-nya di Timur Jauh.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Harga Tiket dan Jam Buka Pantai Pasir Putih PIK 2

Travel Tips
Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Sandiaga Bertemu Ketum PP Muhammadiyah, Bahas Wisata Halal

Travel Update
Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Ho Chi Minh City Jadi Kota Terbaik bagi Solo Traveler di Dunia 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.