Kompas.com - 04/01/2013, 14:05 WIB
EditorI Made Asdhiana

Tak jauh dari The Bund, di seberang Sungai Huangpu, kota baru atau Pudong menjadi penanda bahwa Shanghai terus berkembang. Pudong menjadi ”kota” yang dibangun pemerintah untuk mengakomodasi tuntutan perkembangan peradaban. Sebagai kota, yang kemudian menjadi salah satu persinggahan terpenting kapal-kapal dagang internasional, Shanghai tumbuh menjadi begitu ”seksi”.

Lalu dari ketinggian SWFC kabut yang melayang seperti mengantarkan kita pada Yu Yuan Garden, yang berlokasi di Anren Jie. Taman ini menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan dari seluruh dunia, terutama Indonesia.

”Setiap tahun 28.000 orang Indonesia ke Shanghai dan selalu singgah di Yu Yuan Garden,” tutur Cai Zhanyi, yang minta namanya ditulis sebagai Candra.

Cai pemandu orang-orang Indonesia dengan bahasa Indonesia yang baik, tetapi belum sekalipun datang ke Indonesia. ”Suatu kali saya ke negeri Anda...” begitu tekadnya.

Orang Indonesia, ciri khasnya, kata Cai, sering kali hilang kalau sedang mengunjungi Yu Yuan Garden. Taman yang dibangun saat Dinasti Ming (1368-1644), ini letaknya di tengah-tengah pasar yang menjajakan segala jenis suvenir serta makanan-makanan khas China. ”Sering tamu saya hilang karena sibuk belanja ha-ha-ha....” ujar Cai dengan maksud bergurau.

Yu Yuan Garden seperti hadir menjadi angker bagi tumbuhnya tiga babakan peradaban di Shanghai. Masa-masa klasik Shanghai ditandai dengan bangunan-bangunan bergaya oriental seperti Yu Yuan Garden, lalu masa kolonialisme bisa ditemukan di The Bund, sedangkan zaman kontemporer diwakili gugusan kota di Pudong. Dan inilah yang kemudian menjadi ciri khas Shanghai, yang tidak ditemukan di kota-kota lain di daratan China, termasuk Beijing, ibu kota Negeri Tirai Bambu ini.

Semakin malam cuaca tak lagi bersahabat. Kini hampir seluruh Shanghai diselimuti kabut disertai angin dan gerimis. Saya mengeratkan syal dan jaket yang membungkus tubuh. Sudah waktunya turun dari ketinggian gedung pencakar langit ini. Mungkin dalam mimpi malam ini, Shanghai tetap menggenang dalam kabut. Lalu kenangan jatuh menjadi gerimis yang membasahi November....

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Jalan Jalan
Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.