Kompas.com - 18/01/2013, 08:52 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Kota Lhokseumawe, di Aceh, beberapa hari terakhir ini menjadi “tenar” akibat pemberitaan mengenai aturan dilarang duduk mengangkang bagi perempuan saat membonceng di motor. Di balik “heboh” berita ini, kota kecil di pesisir Aceh tersebut menyimpan harta karun berupa makanan-makanan yang begitu lezat.

Lhokseumawe memang bukan destinasi yang diincar wisatawan untuk berpelesir. Sejak lama kota ini tumbuh sebagai kota yang dipenuhi pendatang. Sebuah perusahaan besar yaitu Arun pernah berjaya di kota ini.

Ditambah dengan kegemaran orang Aceh yang senang “nongkrong”, tak heran di sepanjang jalan banyak terdapat warung-warung kopi sampai kafe-kafe. Hampir semua kafe menyediakan akses internet gratis.

Namun, di balik gempuran nuansa modern, kuliner-kuliner khas Aceh tetap menjadi favorit masyarakat setempat maupun para pendatang. Berikut beberapa di antaranya.

Sate Matang. Bukan berarti sate yang dimasak tak matang, tetapi nama “Matang” karena sate khas Aceh ini berasal dari daerah Matang, Aceh. Di Lhokseumawe, Warung Sate Matang di Kruenggeukueh merupakan tempat paling tenar untuk berburu sate matang.

Sate matang
Sate matang (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Potongan daging kambing dengan ukuran cukup besar direndam dalam bumbu rempah. Setelah dibakar dan matang, satai disajikan dengan semangkuk kuah kaldu kambing penuh rempah, selintas seperti tongseng kambing.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kari Kambing dan Roti Cane. Di Lhokseumawe, sebuah rumah makan bernama “Bangladesh” begitu terkenal. Roti cane dan kari kambing menjadi menu andalannya.

Roti cane
Roti cane dan kari kambing. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)


Menu terkenalnya sebenarnya nasi goreng. Tetapi jika menyebut kari kambing yang enak, maka rekomendasi tempat makannya pastilah “Bangladesh”. Hari Jumat adalah hari teramainya. Setelah shalat Jumat, orang Aceh punya kebiasaan makan serba kambing.

Roti cane yang lembut dengan nuansa gurih mentega dan selintasan rasa manis gula berpadu apik dengan kari kambing pedas penuh rempah yang pedas.

Belum lagi, aroma kayu manis dan jinten yang menambah kenikmatan makan. Bangladesh berada di Jalan Perdagangan, letaknya dekat dengan Terminal Lama Lhokseumawe.

Mi Aceh. Orang luar Aceh menyebutnya dengan “Mi Aceh”. Orang Aceh menyebutnya ya cukup “mi”. Tak lengkap jika belum menikmati mi khas Aceh di Lhokseumawe.

Konon, mi terenak di Lhokseumawe ada di warung “Mi Apayan” yang berada di Jalan Medan Banda Aceh, Kruenggeukueh. Kaldu yang kaya rempah membuatnya selintas seperti kuah kari. Lalu mi yang tebal dengan tambahan bahan laut memperkuat rasa mi.

Mi aceh
Mi cumi khas Aceh. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)


Mi paling digemari tentu saja mi kepiting. Bisa juga pilih mi cumi atau mi udang. Bahan-bahan laut yang dipakai begitu segar, karena Lhokseumawe memang berada di tepian laut. Mi makin enak disantap dengan tambahan emping dan acar timun-bawang merah.

Ikan Bakar. Mudah ditebak, karena berada di tepi laut, menu ikan bakar menjadi kuliner wajib coba di Lhokseumawe. Cara masaknya sebenarnya sangat sederhana, cukup garam dan merica, terkadang dengan sentuhan sambal tomat.

Tetapi karena begitu segarnya ikan yang ditangkap, kesederhanaan bumbunya malah memunculkan rasa dan tekstur asli dari daging ikan. Salah satu tempat makan ikan bakar favorit adalah Pondok Bahari yang berada persis di tepian laut, tepatnya di Jalan Samudra Lama, Hagu Selatan.
pondok bahari 2
Ikan bakar di Pondok Bahari. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Pengunjung bisa memilih langsung ikan mana yang ingin dibakar. Ada pula menu ikan asin yang tak kalah enak. Potongan ikan asin yang tebal sehingga garing di luar namun padat di dalamnya. Tak terlalu asin berpadu apik dengan sambal tomat.

Kerang Sambal Nanas. Pada malam hari di Jalan Perdagangan, biasanya mulai bermunculan warung-warung dadakan lengkap dengan kursi dan meja yang menjual kerang rebus. Ini semacam menu panganan teman nongkrong di malam hari.

kerang rebus
Kerang rebus dengan sambal nanas. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Kerang dara yang segar dan tak berbau amis direbus begitu saja setelah dibersihkan. Hanya ditambah sedikit garam. Sederhana saja. Nah, hal yang membuatnya istimewa adalah sambal cocolannya.

Sambal pendamping kerang rebus adalah sambal nanas. Kacang tanah yang dihaluskan dicampur nanas yang telah dihaluskan pula. Sedikit sentuhan merica dan garam, hasilnya adalah gurih dan garing kacang berpadu dengan manisnya nanas.

Kopi Pancung. Nah, ini dia “espresso”-nya Aceh. Kopi pancung menjadi minuman “nongkrong” bagi lelaki Aceh. Mereka bisa berjam-jam menghabiskan waktu di kedai kopi sambil bercengkrama, cukup dengan secangkir kopi pancung.

Kopi pancung
Kopi pancung. (Foto: KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.)

Jangan kira, cangkir kopinya sebesar mug. Ukurannya sangat kecil, seperti ukuran cangkir espresso. Oleh karena itu disebut dengan kopi pancung. Cara menikmatinya tak bisa sekali minum, pelan-pelan meresapi aroma dan rasanya.

Cara penyeduhan kopi juga keunikan tersendiri. Kopi disenduh menggunakan alat penyaring dari kain. Lalu ditarik sedemikian rupa. Di Lhokseumawe, warung kopi UK Koepi paling ramai dikunjungi. Tempat ini selalu penuh, terutama pada pagi hari atau malam hari.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

    Visa on Arrival Dinilai Percepat Proses Pengajuan Visa Turis Asing

    Travel Update
    Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, Tapi...

    Jemaah Pemegang Visa Umrah Bisa Umrah Tanpa Karantina, Tapi...

    Travel Update
    Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

    Tips Wisata di The Beach Love Bali, Jangan Lupa Cek Ramalan Cuaca

    Travel Tips
    4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

    4 Aktivitas di The Beach Love Bali, Lihat Sunset Pantai Cinta Kedungu

    Jalan Jalan
    The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

    The Beach Love, Kafe Tempat Nikmati Panorama Pantai Cinta Kedungu Bali

    Jalan Jalan
    Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

    Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

    Jalan Jalan
    Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

    Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

    Jalan Jalan
    Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

    Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

    Travel Update
    Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

    Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

    Travel Update
    Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

    Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

    Travel Update
    Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

    Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

    Travel Update
    Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

    Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

    Travel Update
    Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

    Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

    Jalan Jalan
    4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

    4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

    Travel Update
    Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

    Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

    Travel Update
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.