Kompas.com - 24/01/2013, 10:36 WIB
EditorI Made Asdhiana

Rusliandi, seorang mahasiswa Banjarmasin, menyebutkan bahwa ada peneliti yang berani menyatakan bekantan akan punah 14 tahun lagi.

“Semuanya berubah, bekantan tampaknya tak akan bisa bertahan.” Bisa jadi dia salah, bisa jadi dia benar, bisa jadi dia mengarang cerita tanpa dasar.

Yang jelas, menurut berbagai peneliti, kawasan hutan yang menjadi tempat berkembang biak bekantan tersebut, memang semakin berkurang. Sekarang ini masih ada sejumlah tempat yang menjadi habitat hidup bekantan, dan boleh dikunjungi para wisatawan.

Data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel pada 2007 menunjukkan bahwa populasi si hewan hidung panjang ini diperkirakan masih mencapai sekitar 5.010 ekor.

Di cagar alam Selat Sebuku, Kabupaten Kota-baru terdapat 3.500 ekor, di suaka margasatwa Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), 1.200 ekor bekantan berkelana di hutan-hutan.

Di Kuala Lupak Tabunganen Kabupaten Barito Kuala tinggal 150 ekor, pembuatan tambak dan aktivitas warga di Kuala Lupak, mengusik bekantan sehingga keluar dari kawasan konservasi untuk mencari makan.

Di Pulau Kaget, Kalimantan Selatan, bekantan kini tinggal 100 ekor, menurun menjadi sepertiga dalam waktu lima belas tahun.

Kawasan mangrove di lokasi wisata Taman Alam Pulau Kembang, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, merupakan habitat aneka fauna seperti lutung (Presbytis cristata), kera abu-abu (Macaca fascicularis), serta fauna kelompok elang dan bangau. Kini hanya tinggal 10 ekor bekantan yang hidup di sana.

Pulau kembang berjarak dua kilometer dari Banjarmasin namun masuk wilayah Kabupaten Barito Kuala. Pulau yang berada tepat di tengah sungai Barito ini ditempuh sekitar seperempat jam menggunakan perahu motor dari Banjarmasin.

Di Pulau Bakut, laporan dari lima tahun lalu menyebutkan bahwa ada 50 ekor bekantan di Pulau Bakut, Kalimantan Selatan, kini hanya tersisa sekitar 12 ekor.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.