Kompas.com - 24/01/2013, 19:35 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Belakangan, terjadi peningkatan kedatangan wisatawan asal Brasil, Rusia, India, dan China, berwisata ke kawasan Eropa dan Timur Tengah untuk berbelanja secara royal berbagai barang mewah. Hal tersebut diungkapkan oleh Euromonitor Internasional dalam laporan tren secara global seperti dikutip dari Reuters.

Menurut laporan tersebut, European Travel Commission mengestimasi wisatawan asal China yang datang ke Eropa menyediakan sepertiga dari bujet liburannya untuk belanja. Sementara hotel-hotel di Timur Tengah sengaja berlokasi dekat atau di dalam pusat perbelanjaan mewah untuk memanfaatkan tren yang tengah berlangsung itu.

Bagaimana dengan Indonesia? Menurut Direktur Promosi Luar Negeri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nia Niscaya, wisatawan China dan Rusia yang datang ke Indonesia sama-sama suka belanja.

"Wisatawan China dan Rusia sama-sama suka belanja, hanya saja China lebih bervariasi destinasi kunjungannya. Kalau Rusia hanya tertarik dengan daerah pantai dan hanya maunya ke Bali. Ini informasi dari VITO (Visit Indonesia Tourism Officer) di Rusia," tutur Nia kepada Kompas.com, baru-baru ini.

Nia menambahkan, wisatawan Rusia tipikal "orang kaya baru", sebagian besar menginapnya di hotel bintang lima. Sementara itu pertumbuhan kunjungan wisatawan Rusia ke Indonesia besar dari segi persentase.

"Pertumbuhannya yang ke Indonesia juga besar dalam persentase tapi dalam nomor belum besar. Jumlah yang datang tahun 2011 sebanyak 90.899 wisatawan. Naik 14,92 persen dibanding kunjungan tahun 2010," ungkap Nia.

Sementara itu, lanjut Nia, dalam hal uang yang dikeluarkan wisatawan asal Rusia saat berwisata di Indonesia mencapai 1.723 dollar AS di tahun 2010. Lama tinggal di Indonesia bisa mencapai 11,38 hari.

"Oktober 2012, kunjungan wisatawan Rusia sebanyak 9.151. Dibanding Oktober 2011, kenaikannya mencapai 44,41 persen. Jadi dari 6.000 jadi 9.000, loh," tutur Nia.

Nia mengungkapkan pada periode Januari sampai Oktober 2012, jumlah wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia mencapai 73.884. Periode yang sama di tahun 2011 data menunjukkan angka 67.118. "Naik 10,08 persen di periode Januari sampai Oktober 2012 dibanding Januari sampai Oktober 2011," kata Nia.

Sedangkan untuk wisatawan China, lanjut Nia, terjadi kenaikan 45,98 persen pada bulan Oktober 2012 dibanding Oktober 2011. Sementara itu, data tahun 2011 menunjukkan angka wisatawan China sebanyak 504.749, naik 19,75 persen dibanding tahun 2010 yang mencapai 421,518.

"(Periode) Januari sampai Oktober 2012 dibanding Januari sampai Oktober 2011 itu sebanyak 522.063 wisatawan dibanding (2011) 414.089 wisatawan. Jadi naik 26,8 persen," jelasnya.

Ikuti Twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.