Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pulau Dea-dea, Surga bagi Pencinta Kucing

Kompas.com - 25/01/2013, 20:35 WIB
Kontributor Polewali, Junaedi

Penulis

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Anda pecinta binatang khususnya kucing-kucing cantik? Sebuah pulau di Polewali Mandar, Sulawesi Barat menjadi salah satu obyek wisata yang layak Anda kunjungi. Di tempat ini hidup ratusan kucing dari berbagaii jenis sejak puluhan tahun lalu. Jika pulau-pulau lain diperebutkan manusia atau antar-negara untuk memperluas wilayah, pulau tak berpenghuni ini justru diperebutkan para kucing.

Anehnya meski kucing tak dipelihara secara khsusus oleh pencinta binatang atau pemerintah setempat, kucing-kucing cantik ini terus tumbuh dan berkembang biak.

Untuk menjangkau pulau tak berpenghuni manusia ini diperlukan waktu hanya sekitar 15 menit dari dermaga Penyeberangan Belang-belang di Desa Tonyamang, Polewali Mandar menggunakan perahu penyeberangan antar pulau atau yang akrab disebut warga setempat dengan sebutan Taxi Air.

Pulau Dea-dea yang sering disebut Pulau Kucing karena di pulau ini banyak dijumpai beberapa jenis kucing yang terus berkembang biak secara alamiah. Suasana alamnya yang asri dan udaranya yang sejuk membuat sejumlah kucing tumbuh dan berkembang biak meski tak dipelihara oleh para pecinta hewan atau pemerintah setempat.

Selain udara dan alamnya yang masih asri, bibir pantai yang bersih di sekeliling pulau membuat kucing betah dan hidup berkembang biak di lokasi ini. Wisatawan yang pernah berkunjung ke sini pun betah tinggal berlama-lama di pulau ini meski hanya bercengkerama dengan kucing-kucing liar.

Kepala Dinas Pariwisata Polewali Mandar, Darwin Badaruddin menyebutkan ratusan kucing yang hidup dan berkembang biak secara alamiah menjadikan Pulau Dea-dea makin lekat dengan sebutan Pulau Kucing. Selain karena di pulau ini tak dihuni manusia, juga karena memang ada ratusan kucing berkembang secara alamiah di lokasi ini.

Konon pulau ini semula hanya dihuni beberapa ekor kucing yang dibuang warga. Dalam tempo singkat jumlah kucing di pulau ini terus bertambah. Tak heran jika warga yang datang ke lokasi ini bisa menyaksikan aneka kucing cantik dan sehat bertebaran di pulau ini. Hanya saja kucing-kucing ini tak bisa dijamah manusia. Wisatawan yang datang hanya bisa menikmati keindahan sang kucing dari jarak yang jauh.

Sayangnya meski pulau ini kerap dikunjungi para wsiatawan termasuk turis mencanegara, namun pemerintah setempat hingga kini belum memoles lokasi wisata ini secara maksimal untuk memancing minat wisatawan berkunjung ke lokasi ini.

Dinas Pariwisata Polewali Mandar hingga kini belum membuat tempat berteduh bagi para wisatawan yang datang seperti gazebo, penginapan atau vila yang bisa memancing minat wisatawan tinggal lebih lama di lokasi ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Cara Menuju ke Desa Wisata Lerep Kabupaten Semarang

Jalan Jalan
4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

4 Oleh-Oleh Desa Wisata Koto Kaciak, Ada Rinuak dan Celana Gadebong

Travel Tips
Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Istana Gyeongbokgung di Korea Akan Buka Tur Malam Hari mulai Mei 2024

Travel Update
Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Desa Wisata Lerep, Tawarkan Paket Wisata Alam Mulai dari Rp 60.000

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Itinerary Seharian Sekitar Museum Mpu Tantular Sidoarjo, Ngapain Saja?

Jalan Jalan
 7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

7 Olahraga Tradisional Unik Indonesia, Ada Bentengan

Jalan Jalan
5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

5 Tips Liburan dengan Anak-anak Menggunakan Kereta Api Jarak Jauh

Travel Tips
Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Mengenal Desa Wisata Koto Kaciak, Surga Budaya di Kaki Bukit Barisan

Jalan Jalan
Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Aktivitas Wisata di Bromo Ditutup mulai 25 April 2024, Ini Alasannya

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Bali Jadi Tuan Rumah Acara UN Tourism tentang Pemberdayaan Perempuan

Travel Update
Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Hari Kartini, Pelita Air Luncurkan Penerbangan dengan Pilot dan Awak Kabin Perempuan

Travel Update
Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Usung Konsep Eco Friendly, Hotel Qubika Bakal Beroperasi Jelang HUT Kemerdekaan RI di IKN

Hotel Story
Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Ada Women Half Marathon 2024 di TMII Pekan Ini, Pesertanya dari 14 Negara

Travel Update
5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

5 Tempat Wisata di Tangerang yang Bersejarah, Ada Pintu Air dan Makam

Jalan Jalan
Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Dampak Rupiah Melemah pada Pariwisata Indonesia, Tiket Pesawat Mahal

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com