Kompas.com - 30/01/2013, 15:16 WIB
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Promosi luar negeri pariwisata Indonesia tahun 2013 penuh dengan momentum yang berpotensi amat produktif. Strategi pemasaran semakin kuat menancap dan menjangkau pasar dunia. Salah satu keistimewaan itu adalah Indonesia menjadi official partner country pada bursa pariwisata terbesar di dunia, ITB Berlin 2013 di Berlin, Jerman, tanggal 6–10 Maret 2013. Indonesia telah berpartisipasi sebanyak 45 kali sejak tahun 1967 dalam event bergengsi itu.

Dengan perkembangan terakhir, pelaku bisnis pariwisata di Indonesia semakin dituntut efektifitasnya memanfaatkan dalam arti memproduktifkan lahan-lahan pasar yang telah diterobos berkesinambungan oleh Kemenparekraf.

“Ke ITB nanti, setiap peserta delegasi Indonesia dari Jakarta diberikan bagasi free 30 kg oleh penerbangan Etihad. Termasuk tim kesenian berjumlah 120 orang. Peserta dari industri pariwisata 91 orang. Itu yang akan aktif bersama di booth Kemenparekraf,“ kata Nia Niscaya, Direktur Promosi Luar Negeri Kemenparekraf.

Luasnya lahan booth memang terbatas, sehingga jumlah keseluruhan peserta haruslah disesuaikan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah memastikan akan membawa 16 KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional), dan tim kesenian.

Sebagian daerah sudah mengonfirmasi, sementara yang lain ditunggu. Bahkan yang tidak diundang, di luar KSPN, mengajukan permintaan untuk diikutsertakan. Daerah antusias membantu pemerintah pusat untuk mempromosikan destinasi.

Di antara negara ASEAN, baru Indonesia berkesempatan mendapat peran ini. Penyelenggara ITB sendiri yang menilai kelayakannya. Maka antara lain, Indonesia juga akan mendapat spot iklan di titik-titik strategis selama pameran berlangsung.

Acara pembukaan ITB akan menjadi malamnya Indonesia. Ada tim kreatif yang akan menyusun acara dengan tampilan yang unik. Dan, diresmikan pembukaannya oleh Kanselir Jerman Angela Merkel dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini pertama kali pembukaan ITB dihadiri oleh kepala pemerintahan.

Jadi, momen-momen acara pembukaan ITB Berlin akan menjadi malamnya Indonesia, mulai dari MC, pidato-pidatonya, keseniannya, makanannya.

Untuk itu Kementerian Parekraf menyiapkan tim kreatif agar memadukan konsep supaya look and feel-nya selaras. Mulai dari corak booth, suvenir, makanan, agar nyambung. Didesain mengangkat tema yang menampilkan sustainability dalam pariwisata. Untuk menunjukkan Wonderful Indonesia sebagai branding, seraya mencerminkan bagaimana keramahtamahan orang Indonesia itu adalah datangnya dari dalam hati, bukan dibuat-buat.

“Kami berterima kasih pada grup Accor yang memberikan dukungan pula,” kata Nia Niscaya. Kebetulan mereka merayakan ulang tahun ke-20 beroperasi di Indonesia. Mereka membantu, selain dengan menampilkan performance, dan makanan untuk acara malam pembukaan ITB nanti, didukung pula dengan acara konferensi pers yang eksklusif tanggal 20 Februari 2013, justru, seminggu menjelang ITB dimulai. Mereka akan mengundang media di Berlin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X