Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2013, 14:46 WIB
EditorI Made Asdhiana

MANADO, KOMPAS.com - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membutuhkan jaringan penerbangan citylink guna memperkuat transportasi udara daerah tersebut, agar mampu mendukung pariwisata berkembang lebih maju.

"Transportasi udara di Sulut masih perlu ditambah bila ingin mengembangkan daerah ini menjadi daerah pariwisata menarik dan citylink merupakan salah satu jalan keluarnya," kata Chief Executive Officer (CEO) Aryaduta Group, Jessy Quantero, di Manado, Jumat (1/2/2013).

Jessy mengatakan, sedikitnya transportasi udara ke Kota Manado menjadi salah satu kendala sehingga pariwisata daerah ini tidak mampu berkembang sebagaimana harapan.

"Keterbatasan penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi Manado menyebabkan tiket penerbangan menjadi sangat mahal. Ini jelas tidak menguntungkan untuk pengembangan sektor pariwisata," kata Jessy.

Jessy mencontohkan, harga tiket penerbangan dari Jakarta ke Singapura masih jauh lebih murah ketimbang datang ke Sulut, padahal jaraknya tidak jauh berbeda.

"Tiket penerbangan yang mahal tersebut jelas tidak menguntungkan untuk pariwisata, karena itu pemerintah daerah harus mencari solusi, dan citylink adalah salah satu jalan terbaik yang perlu diupayakan pemerintah daerah," kata Jessy.

Kota Manado dan daerah lainnya di Sulut, menurut Jessy, merupakan potensi pariwisata yang sangat kuat, sumber daya alamnya luar biasa indah. Ini jelas merupakan peluang baik, untuk itu maka transportasi udara harus diperkuat.

Penerbangan ke Bandara Sam Ratulangi Manado terus berkurang setelah Batavia Air menutup penerbangannya. Saat ini penerbangan dari Bandara Sam Ratulangi Manado praktis hanya dilayani empat maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air, Sriwijaya Air dan Merpati. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+