Kompas.com - 07/02/2013, 15:17 WIB
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com - Masyarakat Amerika Serikat mengenali sejumlah obyek wisata di Indonesia, khususnya Bali melalui sajian kuliner yang disiarkan sejumlah stasiun televisi di negeri itu. "Ada banyak stasiun televisi di AS yang menyiarkan kuliner Indonesia. Melalui siaran itu, orang AS makin banyak yang tahu tentang Indonesia, khususnya Bali dan Yogyakarta," kata Kepala Humas Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Andrew Veveiros, di Denpasar, Kamis (7/2/2013).

Andrew mengemukakan bahwa setelah mengetahui sajian kuliner, mereka kemudian mengembangkan minatnya mengunjungi sejumlah obyek wisata. "Mereka yang berkunjung ke Indonesia itu rata-rata dari kelas ekonomi menengah ke atas," kata Andrew yang baru enam bulan bertugas di Surabaya.

Wisatawan AS paling gemar wisata menyelam. Di Bali ada banyak tempat wisata minat khusus, seperti perairan di sekitar Pulau Menjangan (Kabupaten Buleleng), Tulamben (Kabupaten Karangasem), Nusa Lembongan (Kabupaten Klungkung), dan Pulau Serangan (Kota Denpasar).

Terumbu karang sekitar perairan Pulau Menjangan yang masuk wilayah Taman Nasional Bali Barat (TNBB) misalnya hingga kini kondisinya masih tetap lestari, sekaligus tempat habitat berkembangbiak sekitar 135 jenis ikan hias.

Terumbu karang yang lestari dengan ratusan jenis ikan hias itulah salah satu di antara banyak obyek wisata yang disenangi wisatawan mancanegara dalam menikmati liburan di Pulau Dewata, terutama pelancong dari AS.

Andrew mengakui bahwa Bali lebih dikenal oleh masyarakat AS daripada Indonesia. "Indonesia itu sangat misterius bagi orang awam di sana karena kondisi geografisnya. Apalagi tidak ada penerbangan langsung dari sana ke Indonesia," katanya.

Untuk menuju Indonesia, wisatawan AS harus melalui Singapura, Korea Selatan, Taiwan, atau Hongkong. "Meskipun demikian, tingkat kunjungan wisata masyarakat AS ke Indonesia terus menunjukkan peningkatan," katanya.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan wisatawan asal AS ke Bali selama tahun 2012 sebanyak 94.893 orang, meningkat 5,94 persen dibanding tahun sbelumnya yang hanya 89.573 orang.

Meskipun menunjukkan adanya peningkatan, namun AS menempati posisi terakhir dari sepuluh negara terbanyak memasok turis ke Pulau Dewata. Kesepuluh negara itu adalah Australia, China, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Inggris, Prancis, Taiwan dan AS. Amerika hanya memberikan andil 3,22 persen dari total wisman ke Bali sebanyak 2,94 juta orang.

Andrew menambahkan, di Indonesia terdapat sekitar 2.000 warga AS, separuh di antaranya tinggal di Bali.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X