Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/02/2013, 15:36 WIB
EditorI Made Asdhiana

DENPASAR, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menjalin kerja sama promosi pariwisata dengan Provinsi Bali sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut.

"Kami melihat potensi kepariwisataan Bali yang sangat maju. Kami berharap Bali dapat memberikan pembelajaran dan turut mempromosikan pariwisata di Sumut," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Nurdin Lubis, di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pemprov Bali, di Denpasar, Kamis (7/2/2013) malam.

Menurut Nurdin, rata-rata kunjungan wisman ke Sumut tiap tahunnya hanya berkisar 250 ribu orang, terpaut jauh dengan Bali yang tingkat kunjungan turis asingnya hingga tiga juta orang per tahun. "Dengan MoU yang berisi pengaturan tujuan wisata kembar ini, kami harapkan bisa mendongkrak jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sumut, khususnya ke kawasan Danau Toba," ujarnya.

Nurdin berharap, melalui kerja sama ini, jika ada wisatawan mancanegara ke Bali dengan sendirinya juga akan dipromosikan untuk mengunjungi Sumut.

"Setelah penandatanganan MoU ini, kami akan mengadakan kerja sama dengan para pelaku pariwisata. Kami akan ikut pula menjadi anggota kesebelas dalam Badan Pusat Informasi Wisatawan bentukan Bali. Setidaknya hal ini menjadi informasi awal bagi wisatawan yang datang ke Bali bahwa ada tempat wisata menarik di daerah kami," papar Nurdin.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ida Bagus Kade Subhiksu menyambut baik kerja sama provinsi kembar dalam hal promosi pariwisata yang dinilai sama-sama menguntungkan. "Apa yang menjadi kelebihan di Bali akan diberikan ke Sumut, demikian juga sebaliknya. Kami melihat potensi Sumut cukup bagus juga," katanya.

Subhiksu berpendapat, ke depan pengembangan pariwisata di Bali khususnya dalam wisata alam diharapkan bisa memiliki kemiripan. "Bali punya pusat informasi wisatawan yang bisa digunakan lebih banyak mempromosikan Sumut, sehingga mereka tidak perlu pergi promosi pariwisata jauh-jauh," katanya.

Menurut Subhiksu, sesuai dengan konsep "Bali and Beyond" maka Pulau Dewata tetap menjadi magnet pariwisata, namun daerah lain harus kecipratan juga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+