Kompas.com - 17/02/2013, 09:22 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com - Korean Wave atau tren Korea yang mulai menjangkiti sebagian masyarakat, ternyata tak hanya pada hiburan dan gaya hidup, tetapi juga pada kuliner. Masakan Korea mulai banyak digemari, terbukti dengan mulai bermunculan berbagai restoran Korea di Jakarta. Baru-baru ini di bilangan Kebayoran Baru, baru saja diresmikan Restoran Korea Okane Shabu-Shabu.

Okane Shabu-Shabu ialah restoran waralaba yang berasal dari Korea, tepatnya di daerah Gangnam. Di Korea sendiri nama restoran ialah Choi Gane, atau berarti Rumah Makan Keluarga Choi. Choi adalah nama pemilik restoran tersebut.

Di daerah asalnya, Choi Gane sangat digemari anak muda termasuk para selebriti Korea. Karena, Shabu-shabu sebagai salah satu menu favorit di restoran ini memiliki khas, tidak seperti shabu kebanyakan. Shabunya berkuah kemerahan, rasa minimalis yang ditawarkan, dan tata cara makan yang unik.

Membawa ciri khas Choi Gane dari Korea tersebut, Okane Shabu-shabu yang berlokasi di Jalan Prof. Joko Soetono No.11, Kebayoran Baru, Jakarta, tetap mempertahankan khas dari asalnya. Mulai dari rasa hingga tata cara makan, tidak menyesuaikan dengan kebiasaan dari masyarakat setempat, layaknya masakan Korea lain.

Gunawan Wijoyo, pemilik Okane Shabu-Shabu Restaurant, mengatakan semua makanan di sini pada dasarnya  minim menggunakan garam dan penyedap rasa seperti MSG (Monosodium Glutamat). "Kalau pun ada hanya di makanan tertentu saja itu pun jumlahnya sedikit, kalau bisa tidak kita gunakan sama sekali," katanya.

Hal ini, tambah Gunawan, sesuai dengan ciri makanan Korea yang memang jarang menggunakan tambahan penyedap. Maka kebanyakan makanan Korea rasanya minimalis. Tidak seperti makanan Indonesia yang sangat kuat bumbunya.

Seperti namanya, sudah jelas menu unggulan di disini ialah shabu-shabu. Shabu-shabu ala Korea ini berisi aneka sayuran, mi, dan tak lupa nasi. Satu set Shabu Special porsinya cukup banyak, bisa dinikmati untuk dua orang.

Cara makan shabu ada tahapnya dan tidak bisa semua bahan yang ada dicampurkan menjadi satu, lalu dimakan. Yang pertama disantap ialah sayuran. Aneka sayur yaitu sawi putih, jamur enoki, jamur shimeji coklat dan putih, King Mushroom atau jamur besar berbentuk seperti terompet, kentang, kulit tahu, dan irisan labu. Dapat pula ditambah dengan irisan daging sapi Wagyu Australia atau Ikan Dori.

Semua sayuran ini mulanya ialah sayur mentah, diletakkan di dalam wadah mangkuk besar dan dimasak di atas pemanas yang ada di tengah meja. Kuah dari sayur ini berwarna merah berasal dari kacang-kacangan.

Mulanya, rasa yang ditimbulkan memang tidak begitu kuat, tapi justru inilah kelebihannya, karena makanan ini ialah makanan sehat, dengan berisi aneka sayur dan bumbu penyedap yang tak begitu banyak.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X