Kompas.com - 23/02/2013, 14:01 WIB
EditorI Made Asdhiana

MENDIAMI Dusun Kuntap, di Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Suku Dayak Tunjung Benuaq ternyata masih berupaya menggenggam erat akar budaya mereka, termasuk aneka permainan tradisionalnya. Kendati pengaruh modernisasi makin terasa di tempat ini, kita masih bisa menjumpai beberapa permainan tradisional. Berikut beberapa di antaranya:

Bahempas

Butuh nyali yang besar dan fisik yang kuat bagi pemuda setempat untuk bermain Bahempas. Permainan adat asli Kalimantan Timur ini membutuhkan tongkat dan tameng anyaman yang terbuat dari rotan untuk masing-masing pemainnya.

Permainan olah raga Bahempas dilakukan oleh dua orang lelaki yang saling berhadapan lengkap dengan atributnya. Permainan akan berlangsung selama dua menit dan saat permainan dimulai, mereka akan saling memukul lawan. Ketangkasan mengayunkan dan menangkis pukulan menjadi bekal utama bagi pemainnya.

Ada bagian-bagian yang harus dilindungi saat permainan ini berlangsung, yaitu lengan dan kepala. Lengan akan dibungkus dengan sarung, sedangkan kepala akan diikatkan dengan kain. Namun pemainnya sendiri harus bertelanjang dada. Pemain yang paling banyak mendaratkan pukulan pada tubuh lawan akan menjadi pemenangnya.

Bukan tanpa sejarah permanan adat ini tercipta. Awalnya, leluhur Dayak Tunjung Benuaq memiliki tradisi mengayau, yakni mencari dan memenggal kepala manusia. Namun semenjak tahun 1800-an, ketika ajaran agama Kristen masuk ke pedalaman Kalimantan, termasuk di Dusun Kuntap, tradisi mengayau berangsur-angsur hilang.

Kini, Bahempas sendiri menjadi simbol dari tradisi mengayau. Permainan yang memiliki unsur olahraga ini menggambarkan kegiatan latihan para pemuda Dayak sebelum pergi mengayau.

Gasing Pelacau dan Gasing Belanai

Anak-anak Nusantara cukup mengenal permainan Gasing. Temasuk anak-anak yang tinggal di Dusun Kuntap, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Cara mainnya relatif sama: tali tambang yang cukup panjang akan dililitkan ke tubuh gasing, kemudian gasing akan dibanting ke tanah bersamaan dengan dilepasnya lilitan tali.

Gasing yang berputar lama menjadi kepuasan tersendiri bagi yang memainkannya. Di dusun ini, gasing bisa berputar tidak hanya pada bagian kakinya. Jika dibalik, bagian kepala gasing juga bisa menjadi titik tumpu untuk gasing berputar.

Ada dua jenis gasing yang dimainkan di daerah ini, yakni gasing Pelacau dan gasing Belanai. Keduanya dibedakan dari bentuk fisiknya. Gasing Pelacau berbentuk pipih dan terbuat dari kayu Bangris. Sedangkan gasing Belanai, tubuhnya berbentuk lebih bulat dan berbahan dari kayu Ulin. Karena bentuknya lebih gemuk, gasing Belanai berbobot lebih berat ketimbang gasing Pelacau.

Kete’ Karet

Hanya dengan berbekal karet dan dua kayu kecil sepanjang 10 sentimeter, anak-anak bisa memainkan permainan bernama Kete’ Karet, yang artinya menjepret karet. Memainkannnya cukup sederhana. Masing-masing pemain harus menembakkan dengan cara menjepretkan karet ke arah sasaran.

Sasarannya adalah dua kayu kecil yang ditancapkan ke tanah. Di antara keduanya akan dibentangkan seutas karet dan di atas bentangan karet tersebut disusunkan karet-karet lainnya.

Pemain harus menembak dengan senjata penjepret yang disebut Undas. Jika untaian karet yang digunakann untuk menjepret terdiri dari banyak untaian, disebut dengan Undas Besar. Sementara Undas Kecil hanya terdiri dari satu karet saja.

Pemain yang berhasil menembakkan undas ke arah sasaran dan mampu menjatuhkan karet, berhak mendapatkannya. Jika karet-karet yang jatuh ke tanah masih bersentuhan dengan karet-karet di bentangan karet – disebut nyetrum –,   maka si penjepret berhak atas karet-karet yang jatuh tersebut. Semakin banyak jumlah karet yang dijatuhkan pemain, semakin besar pula peluang untuk menjadi pemenang. Siapa yang paling banyak mendapatkan karet, dialah pemenang Kete’ Karet.

Belogo

Permainan ini mirip dengan permainan Sepa yang berasal dari Kampung Watublapi, Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Bedanya, jika di Kampung Watublapi, Sepa dimainkan secara perorangan. Sementara, Belogo dimainkan secara beregu, yang terdiri dari 2 atau 4 orang.

Permainan Belogo menggunakan potongan batok kelapa yang dibentuk hampir menyerupai segitiga, yang disebut Logo. Pemain harus merubuhkan Logo yang disusun secara berbaris. Untuk membabat habis sasaran tembak, pemain menggunakan tongkat yang disebut Sampak. Sampak tersebut memerlukan peluru yang juga berupa Logo.

Jika permainan Sepa terdiri dari beberapa babak, maka permainan Belogo hanya berlangsung selama satu babak saja. Pemenangnya, tentu regu yang paling banyak merubuhkan Logo sasaran.

Aneka permainan tradisional suku Dayak Tunjung Benuaq ini kian menambah khazanah permainan tradisional nusantara. (Fauziyah)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebun Raya Mangrove Surabaya Bersolek, Bisa Jajal Susur Sungai

Kebun Raya Mangrove Surabaya Bersolek, Bisa Jajal Susur Sungai

Travel Update
Harga Tiket Tari Kecak Uluwatu dan Cara Belinya

Harga Tiket Tari Kecak Uluwatu dan Cara Belinya

Travel Update
6 Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Peristiwa G30S

6 Tempat yang Menjadi Saksi Bisu Peristiwa G30S

Travel Update
Kampong Glam, Sejarah yang Tersimpan dalam Balutan Seni Modern di Singapura

Kampong Glam, Sejarah yang Tersimpan dalam Balutan Seni Modern di Singapura

Jalan Jalan
Kintamani Destinasi Wisata Paling Dicari, Menurut Google Trends 2022

Kintamani Destinasi Wisata Paling Dicari, Menurut Google Trends 2022

Travel Update
Rencana Penerbangan Langsung Moskwa-Denpasar Masuk Tahap Final

Rencana Penerbangan Langsung Moskwa-Denpasar Masuk Tahap Final

Travel Update
Absen 2 Tahun, Halloween Horror Nights di Universal Studios Hadir Lagi

Absen 2 Tahun, Halloween Horror Nights di Universal Studios Hadir Lagi

Jalan Jalan
Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat, Penerbangan Internasional ke Indonesia Akan Ditambah

Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat, Penerbangan Internasional ke Indonesia Akan Ditambah

Travel Update
Pascapandemi, Industri Perhotelan Belum Sepenuhnya Pulih

Pascapandemi, Industri Perhotelan Belum Sepenuhnya Pulih

Travel Update
Harga Sewa Motor di Karimunjawa dan Cara Menyewanya

Harga Sewa Motor di Karimunjawa dan Cara Menyewanya

Travel Tips
Pantai Annora di Karimunjawa, Indahnya Laut Biru dan Lembutnya Pasir Putih

Pantai Annora di Karimunjawa, Indahnya Laut Biru dan Lembutnya Pasir Putih

Jalan Jalan
Wisata di Balai Yasa Manggarai, Lihat Komponen dan Pemeliharaan Kereta Api

Wisata di Balai Yasa Manggarai, Lihat Komponen dan Pemeliharaan Kereta Api

Jalan Jalan
Itinerary Seharian Jelajah Daratan Karimunjawa, Pantai sampai Hutan Bakau

Itinerary Seharian Jelajah Daratan Karimunjawa, Pantai sampai Hutan Bakau

Itinerary
Jelajah Wisata Hutan Bakau Taman Nasional Karimunjawa yang Eksotis

Jelajah Wisata Hutan Bakau Taman Nasional Karimunjawa yang Eksotis

Jalan Jalan
3 Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Saat Hari Kereta Api Nasional

3 Tempat Wisata yang Cocok Dikunjungi Saat Hari Kereta Api Nasional

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.