Adu Kerbau di Toraja

Kompas.com - 05/03/2013, 11:28 WIB
EditorI Made Asdhiana

HARI beranjak siang saat ribuan orang menyemut menuju tanah lapang di Desa Tiromanda, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, akhir tahun lalu. Mereka datang dari sejumlah wilayah di sekitar Toraja untuk menyaksikan mapasilaga tedong atau adu kerbau.

Acara digelar dalam ritual rambu solo atau upacara penguburan jenazah Bertha Mingu Kala’lembang, salah seorang keluarga bangsawan Toraja. Mapasilaga tedong dilangsungkan untuk memberikan penghiburan kepada keluarga yang berduka.

Saat kerbau atau tedong saling unjuk kekuatan di arena, sering kali para penonton merangsek untuk memberi dukungan. Selain itu, penonton yang ditabrak kerbau juga mewarnai ajang tersebut.

Ajang adu kerbau, selain menjadi bagian dari ritual adat rambu solo, juga digunakan sebagai ajang taruhan. Para petaruh berkeliling sambil membawa segepok uang, menantang taruhan untuk kerbau yang tengah diadu meskipun pada awal lomba panitia sudah mengumumkan larangan untuk bertaruh.

Kerbau yang sering menang dalam adu kerbau harganya setara dengan harga mobil.

Bagi masyarakat Toraja, kerbau memiliki posisi istimewa dan menjadi salah satu simbol prestise dan kemakmuran. (Hendra A Setyawan)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X