Kompas.com - 26/03/2013, 20:20 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

KOMPAS.com – Kota Lhokseumawe, di Aceh, beberapa hari terakhir ini menjadi “tenar” akibat pemberitaan mengenai aturan dilarang duduk mengangkang bagi perempuan saat membonceng di motor. Di balik “heboh” berita ini, kota kecil di pesisir Aceh tersebut menyimpan harta karun berupa makanan-makanan yang begitu lezat.
 
Lhokseumawe memang bukan destinasi yang diincar wisatawan untuk berpelesir. Sejak lama kota ini tumbuh sebagai kota yang dipenuhi pendatang. Sebuah perusahaan besar yaitu Arun pernah berjaya di kota ini.

Ditambah dengan kegemaran orang Aceh yang senang “nongkrong”, tak heran di sepanjang jalan banyak terdapat warung-warung kopi sampai kafe-kafe. Hampir semua kafe menyediakan akses internet gratis.

Namun, di balik gempuran nuansa modern, kuliner-kuliner khas Aceh tetap menjadi favorit masyarakat setempat maupun para pendatang. Berikut beberapa di antaranya.

Sate Matang. Bukan berarti sate yang dimasak tak matang, tetapi nama “Matang” karena sate khas Aceh ini berasal dari daerah Matang, Aceh. Di Lhokseumawe, Warung Sate Matang di Kruenggeukueh merupakan tempat paling tenar untuk berburu sate matang.

Potongan daging kambing dengan ukuran cukup besar direndam dalam bumbu rempah. Setelah dibakar dan matang, satai disajikan dengan semangkuk kuah kaldu kambing penuh rempah, selintas seperti tongseng kambing.

Kari Kambing dan Roti Cane. Di Lhokseumawe, sebuah rumah makan bernama “Bangladesh” begitu terkenal. Roti cane dan kari kambing menjadi menu andalannya.

Menu terkenalnya sebenarnya nasi goreng. Tetapi jika menyebut kari kambing yang enak, maka rekomendasi tempat makannya pastilah “Bangladesh”. Hari Jumat adalah hari teramainya. Setelah shalat Jumat, orang Aceh punya kebiasaan makan serba kambing.

Roti cane yang lembut dengan nuansa gurih mentega dan selintasan rasa manis gula berpadu apik dengan kari kambing pedas penuh rempah yang pedas.

Belum lagi, aroma kayu manis dan jinten yang menambah kenikmatan makan. Bangladesh berada di Jalan Perdagangan, letaknya dekat dengan Terminal Lama Lhokseumawe.

Mi Aceh. Orang luar Aceh menyebutnya dengan “Mi Aceh”. Orang Aceh menyebutnya ya cukup “mi”. Tak lengkap jika belum menikmati mi khas Aceh di Lhokseumawe.
 
Konon, mi terenak di Lhokseumawe ada di warung “Mi Apayan” yang berada di Jalan Medan Banda Aceh, Kruenggeukueh. Kaldu yang kaya rempah membuatnya selintas seperti kuah kari. Lalu mi yang tebal dengan tambahan bahan laut memperkuat rasa mi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.