Cafe Indonesia, Kafe Pertama di Manila

Kompas.com - 28/03/2013, 12:45 WIB
EditorI Made Asdhiana

MEREKA asyik mendengarkan musik jazz. Berbagai makanan tersedia, dari sate, nasi goreng, hingga rendang. Para pesohor setempat kerap mendatangi tempat ini untuk sekadar bertemu dan mengobrol hingga larut malam. Situasi ini bukan di Jakarta, melainkan di Manila, Filipina, dari tahun 1950-an hingga 1970-an.

”Warga Manila yang ingin berkencan pada tahun 1950-an kerap kali bertemu di Cafe Indonesia. Sepengetahuan saya ini kafe pertama di Manila,” kata sejarawan kuliner Filipina yang sangat sohor, Doreen G Fernandez, dalam tulisan berjudul ”Indonesia to Adriatico, the Tastes Linger” di dalam buku Malate, A Matter of Taste.

Jauh sebelum ada upaya untuk memopulerkan kuliner Indonesia belakangan ini, Pete Alfonso, pria berdarah Indonesia-Belanda, telah membawa makanan Indonesia ke mancanegara. Ia mendirikan Cafe Indonesia. Ia yang suka musik jazz juga membuka ruang bagi musik jazz berkembang di Manila di kafenya. Tak pelak lagi tempat ini menjadi tempat berkumpul para musisi jazz dan penggemar jazz.

Ia memperkenalkan berbagai jenis makanan Indonesia di kafe ini. Selain yang disebut di atas, dia juga memperkenalkan sayur lodeh, gado-gado, dan gulai. Pete tergolong selebritas kala itu. Beberapa media cetak di Manila saat ini menyebutnya sebagai selebritas kuliner. Harian Daily Telegraph and Morning Post pada 25 Juli 1962 memuat sebuah tulisan yang membahas kuliner Indonesia dengan narasumber Pete.

”Apa yang menjadi ciri utama makanan Indonesia sehingga berbeda dengan makanan lain,” kata penulis artikel Jacqueline Rose. Pete menjelaskan ciri utama makanan Indonesia adalah pedas, berempah, dan beraroma. Bumbu-bumbu yang ada biasanya dicampur dengan santan kelapa sehingga menghasilkan aroma yang khas. Rose menyebut dalam tulisan yang berjudul ”Rare Herbs are Usual but Ginger Will Do” menyebut Pete sebagai pesohor yang kerap tampil di televisi.

Pete dikenal sangat ramah dan mudah bergaul. Ia tak segan mengajari orang-orang yang bertanya mengenai masakan Indonesia. Rose dalam wawancara bahkan diajari cara mengganti santan bila sulit membuatnya atau mendapatkannya. Pete mengatakan, untuk mengganti santan cukup digunakan kombinasi antara susu kental dan kelapa kering.

Rose akhirnya mencoba saran ini dan berhasil. Saran lain Pete adalah mengenai penggunaan sejumlah bumbu yang bisa digantikan oleh bumbu lain atau minyak kelapa yang digantikan minyak nabati lain.

Doreen menyebutkan kehadiran Cafe Indonesia telah menambah khazanah kosakata dalam kuliner Filipina. Mereka mengenal sate, nasi goreng, dan rendang hingga sekarang. Khususnya sate, kita masih mudah menemui kata ini di beberapa restoran di Filipina. Tidak mengherankan di kalangan generasi tua beberapa makanan Indonesia masih dikenang.

Cafe Indonesia, seperti disebut di atas, juga menjadi arena bagi pemusik jazz dan penggemar. Pemusik-pemusik jazz kerap tampil di tempat ini. Anton Joaquin, warga Manila, di dalam blognya, menyebutkan, kafe tersebut merupakan kafe terkenal di kalangan pencinta musik jazz pada 1950-an. Bila membaca tulisan di buku atau blog tentang musik jazz Filipina, Anda dengan mudah menemukan Cafe Indonesia dalam tulisan itu. Kafe ini juga menjadi terkenal karena menjadi tempat pertemuan kalangan eksekutif kala itu.

Lebih dari itu, Cafe Indonesia disebut pendahulu kehadiran kafe di Manila. Cafe Indonesia disebut lahir sebelum kafe-kafe berciri Filipina hadir di negeri sendiri. Cafe Indonesia lahir jauh sebelum Cafe Aridatico yang kini sangat dikenal di Manila sebagai tempat berkencan. Kehadiran Cafe Indonesia kemungkinan menginspirasi warga setempat untuk mengembangkan kafe sejenis.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X