Lautan Topi di Pacuan Kuda Terkaya di Dunia

Kompas.com - 03/04/2013, 19:16 WIB
Editorkadek

TOPI bulu. Gaun dan tuksedo. Kilat lampu kamera. Minuman. Kembang api. Konser. Itulah kata kunci dari Dubai World Cup (DWC) yang diklaim sebagai kontes pacuan kuda terkaya di dunia.

Oh ya, ada kuda pacuan juga. Elemen ‘pelengkap’ dari sejumlah daya tarik lainnya bagi pengunjung DWC. DWC ke-18 tahun ini berlangsung pada tanggal 30 Maret 2013 kemarin bertempat di Meydan Racecourse.

Acara yang dipadati oleh tidak kurang dari 50 ribu orang pengunjung. Gerbang DWC dibuka sejak jam 12 siang dan walaupun siang hari di Dubai sudah mulai menyengat, tidak membuat orang mundur untuk memadati tempat ini.

Seharusnya memang urusannya tentang kuda dan pacuan. Tetapi DWC menawarkan lebih dari sekedar pacuan kuda. Seakan mampu menarik minat berbagai kalangan yang tengah mampir atau menetap di Dubai.  

Di pintu masuk, pengunjung disambut dengan tempat stan foto berlatar belakang layar hijau dengan beberapa pilihan tema. Selesai berpose, saatnya bersilat lidah dengan penjaga kasir yang berusaha keras meyakinkan saya untuk mengambil paket lengkap dengan frame kulit dan USB dengan tambahan 150 dirham (kurang lebih Rp 400 ribu).

Kalau Anda ingin berkunjung ke sini, tiket masuk cukup terjangkau dengan harga 25 dirham (sekitar Rp 66 ribu). Paket lainnya dimulai dari 350 dirham (sekitar Rp 927 ribu) untuk Apron View menonton pacuan kuda dan akses ke area konser.

Setelah dari area penyambutan, tempat paling ideal adalah di lapangan rumput sisi trek balapan. Di sinilah terdapat hamparan stan yang sebagian besar menawarkan tempat berfoto sampai melihat orang-orang dengan kostumnya.

Memang seharusnya pacuan kuda yang menjadi daya tarik utama. Tetapi bagi saya, orang-orang dengan kostumnya inilah daya tarik terbesar. Nah, menurut pandangan mata saya, pemenang malam itu adalah wanita dengan topi lebih tepatnya rambut berbentuk Burj Al Arab, gedung ikonik di Dubai.

DWC
Wanita berambut ala Burj Al Arab (kiri) dan konser Seal saat DWC 2013 (kanan). (Foto: Asih Wulansari)

Lapangan semakin semarak dengan lautan sponsor, bar dan champagne lounge. Tempat ini penuh sesak dengan wanita-wanita cantik bergaun dan topi. Para pria tidak kalah gaya dengan jas atau tuksedo, bahkan beberapa pria Irlandia sengaja memakai rok quilt kebangsaannya.

Penutupan DWC selayaknya semua acara di Dubai. Harus dengan kembang api dan pertunjukan spektakuler. Pemenang tahun ini kuda Animal Kingdom dari Amerika Serikat yang membawa pulang hadiah sebesar 27,25 juta dolar AS (lebih dari Rp 265 milyar). Uang yang pantas untuk kontes pacuan kuda terkaya di dunia.

Sebagai hiburan di akhir acara, DWC 2013 mendatangkan penyanyi kenamaan dunia, Seal, sebagai pertunjukan utama. Serta, Hollaphonic, duo DJ asal Dubai yang baru naik daun awal tahun ini.

Menariknya, Seal memulai dan mengakhiri konsernya dengan bernyanyi di tengah para fans yang memadati lapangan ini, dengan slogannya, “Tonight, there’s no distance between us. There’s no you and me, only us”. Dia bahkan menerima request dan mengajak bicara beberapa penonton yang beruntung. Salah satu konser yang paling interaktif yang pernah saya datangi.

Apakah saya akan datang lagi tahun depan? Mungkin saja. Tetapi bagi para pendatang baru di Dubai, atau turis yang kebetulan datang, ini acara yang harus dikunjungi paling tidak satu kali selama di sini. (ASIH WULANSARI, penulis menetap di Dubai, Uni Emirat Arab, dan bisa dihubungi melalui twitter @woewland)

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

Makan Makan
7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

Jalan Jalan
Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

Whats Hot
Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Jalan Jalan
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Whats Hot
ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

Whats Hot
Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Makan Makan
Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Whats Hot
Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Makan Makan
3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Makan Makan
Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Makan Makan
3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

Makan Makan
Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X