MICE Masih Didominasi Bali dan Jakarta

Kompas.com - 06/04/2013, 09:17 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com — Urusan MICE (meeting, incentive, convention, dan exhibition) di Indonesia dipandang sangat luar biasa. Hal tersebut diungkapkan Executive Director Indonesia Congress and Convention Association (INCCA) Liek Diworoputro.

"Anggota-anggota dari INCCA sendiri akan mengurusi lebih dari 20 kongres internasional. Tetapi masih lebih banyak diadakan di seputar Jakarta dan Bali. Destinasi lain masih belum dan kurang," katanya saat dijumpai di Jakarta, Kamis (4/4/2013).

Menurutnya, terdapat beberapa kendala yang membuat destinasi di luar Jakarta dan Bali susah untuk menjadi tempat penyelenggaraan MICE, terutama soal infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

"Seperti di Lombok, memang sudah ada tempat konferensi, tetapi banyak yang belum standar internasional. Seperti langit-langit terlalu rendah. Lalu biasa untuk acara plenary, sementara saat perlu acara sidang, terpaksa disekat-sekat tapi suaranya terdengar," tuturnya.

Ada pula, misalnya seperti Manado. Menurutnya, Manado sudah memiliki venue yang baik untuk MICE. Sayangnya, akses menuju Manado masih sulit, terutama jika berbicara penyelenggaraan MICE tingkat internasional.

"Kalau orang luar mau ke Manado harus lewat Jakarta. Itu susah kan, tidak bisa penerbangan langsung, karena terbatas," katanya.

Namun saat ditanya mana yang lebih penting untuk pengembangan MICE di Indonesia, apakah infrastruktur atau SDM, Liek mengungkapkan SDM lebih penting.

"Bali siap karena tak hanya infrastrukturnya, tetapi juga SDM-nya. Terutama masalah SDM ini di wilayah Indonesia bagian timur. Hal sederhana saja, misalnya tamu ada yang minta 'scrambled eggs', pelayannya enggak ngerti itu apa, ini benar-benar kejadian," cerita Liek.

Contoh lainnya adalah masalah menata coffee break di tengah-tengah sidang yang masih berlangsung. Menurut Liek, hal-hal ini hanya contoh-contoh kecil dari perlunya pengembangan SDM MICE di Indonesia.

"Bisnis MICE memang menggelora, karena itu kita ingin cerdaskan dulu SDM MICE," ungkap Liek.

Oleh sebab itu, INCCA bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berusaha membuat pelatihan-pelatihan mengenai MICE. Kerja sama juga dilakukan dengan STP Bandung untuk melatih SDM MICE sejak usia dini, yaitu di bangku kuliah.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X