Kompas.com - 10/04/2013, 11:59 WIB
Editorkadek

KOMPAS.com - Kecantikan Danau Sentarum tidaklah "murah". Itulah yang sempat dialami tim Kompas TV yang menjelajahi Indonesia untuk program "100 Hari Keliling Indonesia".

Anggun Wicaksono, salah satu tim "100 Hari Keliling Indonesia", mengingat kembali perjalanannya saat berada di Kalimantan Barat. Ia menuturkan dari Pontianak, perjalanan berlanjut ke Taman Nasional Danau Sentarum.

"Jalannya hancur banget. Sumpah, pegal banget. Jam tujuh pagi berangkat dari Pontianak, singgah dulu di Sintang jam 9 malam. Dari Sintang ke Semitau, lalu ke Taman Nasional Danau Sentarum," tuturnya kepada Kompas.com, beberapa waktu yang lalu.

Untuk menuju Taman Nasional Danau Sentarum, tim harus menaiki perahu semacam long boat selama tujuh jam perjalanan menyusuri sungai. Dari Semitau, mereka berangkat jam empat sore.

"Agak menyeramkan berada di long boat malam-malam. Soalnya waktu itu hujan, arus deras, dan gelap banget. Jadi lumayan menegangkan. Apalagi satu-satu penerangan cuma satu senter kecil. Air sempat masuk ke dalam perahu karena kita nabrak keramba," katanya.

Akhirnya mereka sampai juga di tepi Danau Sentarum pada malam hari. Mereka pun bermalam di sebuah resor di tepian danau. Menurut Anggun, danau tersebut merupakan hasil percabangan banyak sungai. Jika musim kemarau, danau hanya berupa daratan. Sebaliknya di musim hujan akan menjadi danau.

"Malam hari saat tiba, belum terlihat danau seperti apa. Tapi besok paginya terbayar sudah perjalanan kami. Danau Sentarum cantik sekali," kenang Anggun.

Anggun mengibaratkan Danau Sentarum seperti area Arsipel di Taman Mini Indonesia Indah. Sebuah danau yang seolah-olah memiliki pulau-pulau kecil.

"Tapi ini versi lebih besar dan lebih cantik lagi. Pohon-pohon besar kalau musim kemarau jadi daratan. Tapi kalau musim hujan, jadi seperti pulau-pulau," katanya.

Apalagi ia sempat ke naik ke Bukit Tekenang dan mendapatkan panorama Taman Nasional Danau Sentarum yang lebih cantik lagi. Lagi-lagi, ungkap Anggun, wisatawan yang ia jumpai adalah turis asing.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Travel Tips
Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.