Kompas.com - 14/04/2013, 14:52 WIB
|
Editorkadek

JAKARTA, KOMPAS.com - Tato bagi sebagian masyarakat Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, bukanlah sekedar hiasan, melainkan sebuah simbol status seseorang.

"Tato dibuat berdasarkan status, biasanya tetua lebih banyak tatonya. Motifnya juga beda-beda, ada tato untuk penjaga hutan, pemburu dan tokoh masyarakat," kata Kadis Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mentawai, Desti Seminora, di Jakarta, Kamis (11/4/2013),

Ia pun menambahkan, tato masyarakat Mentawai, menurut pakar sejarah adalah tato tertua di dunia. Bahkan sejak usia anak-anak pun sudah banyak masyarakat yang menggambar tato di tubuh mereka.

"Bagi orang Mentawai, tato itu jadi penutup tubuh. Mereka umur 15 tahun sudah ditato jadi sejak akil balik. Kalau orang Jawa membatik itu di kain, kalau orang Mentawai di kulit," kata Desti.

Hanya saja, tambahnya, sekarang sudah jarang masyarakat Mentawai yang membuat tato di tubuh mereka. Terutama untuk masyarakat yang menganut agama Islam dan anak-anak yang sudah sekolah.

Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.