Kompas.com - 15/04/2013, 20:23 WIB
EditorI Made Asdhiana

MATAHARI belum tampak saat kaki mulai melangkah ke belantara hutan di Kobe, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, akhir Januari lalu. Kicau beragam jenis burung menemani sepanjang perjalanan. Kicauan mereka seakan menyambut kami, menyambut pula datangnya pagi yang akan segera tiba.

Berjalan setengah jam, gelap hari mulai berganti terang. Di pucuk pohon yang tinggi dan rapat mulai terlihat beragam burung bebas terbang. Kicauan mereka yang juga beragam seakan menghidupkan suasana hutan yang sepi.

Di antara burung-burung itu terlihat sepasang burung bidadari atau dikenal pula dengan nama Standardwing Bird of Paradise (Semioptera wallacei). Yang jantan memiliki mahkota berwarna ungu dan dada berwarna hijau. Adapun yang betina berwarna coklat dan memiliki ekor lebih panjang.

Berulang kali bidadari jantan memamerkan kecantikan bulu dan bentang sayapnya sambil berkicau. Yang betina tampak tertarik dengan aksi si jantan sehingga keduanya terlihat saling mengejar. Beberapa kali mereka terlihat berpelukan.

”Mereka begitu mungkin pacaran. Bahkan, pernah dua burung itu terjatuh dari pohon saat pacaran. Setelah itu, mereka terbang lagi,” ujar Yulius Timbangnusa, warga Sawai Itepo, Weda Tengah, yang biasa memandu wisatawan melihat burung endemik di hutan Kobe.

Burung bidadari ditemukan pertama kali oleh Alfred Russel Wallace saat ekspedisi ke Bacan (sekarang masuk Kabupaten Halmahera Selatan) pada Oktober 1858-April 1859. Dalam buku berjudul The Malay Archipelago yang ditulis Alfred disebutkan, burung itu dinamai Semioptera wallacei oleh Mr GR Gray dari Museum Inggris (British Museum).

Selain bidadari, terlihat pula burung endemik Maluku Utara lain yang dikenal warga dengan nama taong-taong atau Hornbill (Rhyticeros plicatus). Burung berwarna hitam itu bersuara khas saat terbang. Suara kepakan sayapnya seperti helikopter.

Deforestasi

Ada 22 spesies burung endemik Maluku Utara yang bisa ditemui di hutan Kobe. Luas hutan itu mencapai 400 hektar.

Pemilik Weda Reef and Rainforest Resort di Kobe, Rob Sinke, yang menemukan bahwa hutan Kobe itu kaya akan burung endemik, memberikan sejumlah uang kepada warga Desa Kobe dan Sawai Itepo, Weda Tengah, pemilik hutan itu. Tujuannya agar pepohonan tidak ditebang sehingga burung masih lestari.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Campervan, Tren Liburan Anyar yang Makin Diminati Pencinta Road Trip

Jalan Jalan
Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary Wisata 2 Hari di Banyuwangi, Kawah Ijen sampai Pulau Tabuhan

Itinerary
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.