Kompas.com - 21/04/2013, 11:27 WIB
EditorI Made Asdhiana

Yunus Hatari menjadi sowohi sejak 2001. Dia memimpin lima sowohi yang berasal dari lima marga yakni Mahifa, Toduho, Tosofu, Tosofu Malamo, dan Fola Sowohi. Pada hari Senin, Selasa, Kamis, Jumat, dan Sabtu Yunus Hatari melakukan tugasnya sebagai manusia biasa, yakni bekerja di sawah. "Tapi kalau hari Rabu dan Minggu saya bertugas sebagai sowohi," katanya sembari tersenyum.

Hari Rabu dan Minggu ibaratnya hari dimana Yunus menerima banyak tamu dari berbagai kalangan dan beragam kepentingan, mulai dari meminta kesembuhan, sukses dalam karir, meminta restu untuk menduduki posisi tertentu dan sebagainya. Tak heran pada hari-hari tersebut Gura Bunga akan dipenuhi para tamu. Mobil para tamu akan berderet rapi dan memenuhi jalan. Apalagi menjelang Pemilihan Gubernur di Maluku Utara, para cagub bergiliran datang ke Gura Bunga untuk meminta restu para sowohi.

"Tamu saya tidak hanya dari lima marga tadi, tapi juga bisa datang dari luar Tidore. Tamu dari Jakarta, bahkan turis asing pun banyak datang ke sini," kata Yunus.

"Kami doakan permintaan mereka. Kuncinya satu, mereka percaya dan selanjutnya adalah urusan mereka, berusaha, bekerja keras, bersikap jujur agar permintaan terkabul," sambung Yunus. Bahkan warga setempat percaya kalau ada pejabat datang ke Gura Bunga dan Gunung Kie Matubu terselimut awan, itu berarti permintaannya akan terkabul.

Sebelum Festival Tidore 2013 digelar, peran sowohi pun sangat berpengaruh. Kepada Kompas, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulalaun, Asrul Sani Soleman mengatakan, keahlian sowohi juga dimanfaatkan untuk merestorasi budaya Tidore. Ini dilakukan karena selama 43 tahun (1956-1999) atau selama tidak ada yang menjabat sebagai Sultan tidore, banyak budaya Tidore yang hilang.

"Berulang kali kami datang ke sowohi sebelum festival Budaya Tidore dilaksanakan untuk pertama kalinya tahun 2009. Sowohi lalu menanyakan ke leluhur tentang sejarah dan budaya Tidore yang hilang sehingga kami tidak keliru menyusun sejarah dan membuat acara-acara budaya," kata Asrul.

Ketika Kompas.com menanyakan, apa julukan yang paling tepat bagi Tidore sehingga wisatawan tertarik datang? Asrul menjawab, "Magic Island!

Asrul menjelaskan, sowohi dengan kekuatan magisnya bisa menjadi salah satu ikon wisata Pulau Tidore sehingga menarik wisatawan datang ke pulau kaya rempah-rempah ini.

Kalau Anda tertarik datang ke Gura Bunga, ada dua pilihan transportasi ke tempat tersebut yakni menggunakan angkutan umum atau menyewa mobil. Angkutan umum berangkat dari terminal di Soasio dengan tarif Rp 10.000 per penumpang. Namun Anda harus sabar menunggu. Pasalnya sopir baru akan memberangkatkan mobilnya jika penumpang sudah penuh. Alternatif kedua menyewa mobil dengan tarif Rp 150.000. Hanya membutuhkan waktu 30 menit, Anda sudah bisa mencapai "Negeri di Atas Awan" di Kota Tidore ini...

Ikuti Twitter Kompas Travel di @KompasTravel

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Pendaki Gunung Rinjani yang Buang Sampah Sembarangan Akan Diblacklist 2 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Rute Menuju Pantai Teluk Hijau Banyuwangi

Jalan Jalan
Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Pantai Teluk Hijau Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Air Laut Berwarna Hijau 

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Harga Tiket Masuk dan Cara Melihat Penyu di Pantai Sukamade Banyuwangi

Travel Tips
Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Kosakata Bahasa Jawa untuk Tawar-menawar, Wisatawan Perlu Tahu

Travel Tips
Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Kenang 16 Tahun Gempa Yogya, Bisa Kunjungi Monumen Gempa di Bantul

Jalan Jalan
5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

5 Cara Menolong Orang yang Terseret Arus Sungai

Travel Update
5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

5 Persiapan Sebelum Berenang di Sungai, Sedia Perlengkapan

Travel Tips
Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Pantai Sukamade Banyuwangi, Bisa Lihat Penyu Bertelur pada Malam Hari 

Jalan Jalan
Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Liburan Dekat dan Mudah, Ini 6 Negara di Asia Tenggara yang Bebas PCR

Travel Update
Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Patung Yesus Tertinggi Ketiga di Dunia Ada di Brasil, Buka Tahun 2023

Travel Update
Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Jepang Buka Pintu Masuk untuk Grup Turis, Mulai 10 Juni

Travel Update
Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Daya Tarik Baru Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Ada Sungai Bawah Tanah

Jalan Jalan
Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Mengenal Sungai Aare, Sungai Terpanjang di Swiss dari Pegunungan Alpen

Travel Update
Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Camping di Bukit Golo Nawang, Manggarai NTT, Lihat Indahnya Sunrise

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.